Belasan Siswa Ikuti KSM Nasional

banner-pendidikan

BENGKULU, BE – Sebanyak 11 siswa/siswi terbaik dari madrasah Bengkulu mengikuti kompetisi Sains Madrasah (KSM) ke-5 tahun 2016. Kompetisi yang dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Gedung Serba Guna Pontianak Convention Center (PCC), Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada 23 sampai 27 Agustus. Sebelas siswa peserta KSM nasional itu pemenang KSM tingkat Provinsi Bengkulu pada masing-masing mata pelajaran yang diujikan.

Pejabat ganti sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (PGs Kakanwil Kemenag) Provinsi Bengkulu Drs Bustasar MS MPd menuturkan, dari 11 pemenang itu, juara umum diraih Kota Bengkulu, juara II dari Kabupaten Mukomuko, selanjutnya disusul Rejang Lebong, Bengkulu Tengah dan Kaur. Ke- 11 peserta yang dinyatakan berhak untuk mengikuti Para pemenang itu, empat pelajar asal Kota Bengkulu, 2 orang pelajar asal Bengkulu Tengah, 3 pelajar asal Mukomuko, sisanya dari Kaur dan Rejang Lebong.

Peserta terbaik dalam mata pelajaran yang diujikan antara lain, M Gading Alfero dari MIN 2 Kota Bengkulu untuk mapel Matematika, Rislah Winda Aprilia dari MIN 1 Kota Bengkulu untuk mata pelajaran sains (selengkapnya lihat grafis-red).

“KSM 2016 sebagai ajang pembuktian prestasi para siswa madrasah bidang sains dan agama,” imbuhnya.

Adapun mata pelajaran yang dilombakan, untuk tingkat MI/SD antara lain, Matematika dan Agama Islam, IPA dan Agama Islam. Tingkat MTs/SMP Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam serta Fisika dan Agama Islam. Sementara tingkat MA/SMU, ada 6 bidang perlombaan, yakni Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam, Fisika dan Agama Islam, Kimia dan Agama Islam, Ekonomi dan Agama Islam serta Geografi.

“Kita berharap para pelajar ini nanti mampu bersaing dengan pelajar lain dan mampu mengukir prestasi dan mengharumkan nama Bengkulu dikancah nasional,” tutupnya. (247)

Ratusan Maba PKK Tahun Depan

BENGKULU, BE- Masa Pengenalan Kehidupan Kampus (PKK) Universitas Bengkulu (UNIB) sudah berakhir. Dari 3.600-an mahasiswa baru tersebut diketahui sebanyak 170-an dianyaranya tidak hadir mengikuti PKK, lantaran Alpa dan Sakit. Mereka yang tak ikut PKK tersebut, harus mengikuti PKK tahun depan.
Wakil PPID UNIB Alimansyah menuturkan,”Mereka yang tidak mengikuti dan dinyatakan tidak lolos dalam maba PKK, maka wajib mengulang PKK tahun depan.”
Sementara bagi mahasiswa yang mengikuti PKK hingga tuntas mendapatkan sertifikat yang menandakan ia lulus PKK tersebut.
Sertifikat ini nantinya akan digunakan sebagai salah satu persyaratan kelulusan. Ada dua sertifikat kelulusan maba PKK. Satu dari universitas dan satu lagi di fakultas.
Sertifikat itu biasanya dibagikan setelah pertengahan pelaksanaan kegiatan perkuliahan berlangsung, tidak diketahui kapan pastinya.
Seperti diketahui PKK Maba tahun 2016 berbeda dengan tahun sebelumnya, PKK maba bukanlah kegiatan yang harus ditakuti oleh mahasiwa baru. PKK Maba kegiatan yang dibuat oleh panitia untuk memberikan informasi bagi mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan perkuliahan sehari-hari, dan memperoleh beasiswa nantinya,
PKK hanya untuk mengenalkan kehidupan kampus. Mereka membuat aksi dengan konsep kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi maba. (247)