Belasan Gepeng Ditangkap

DENDI- Razia Gepeng, kemarin sore (1)BENGKULU, BE – Belasan Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) yang biasa mangkal di persimpangan kawasan jalan Protokol Kota Bengkulu, sekitar pukul 15.00 WIB kemarin, ditangkap.  Penangkapan dilakukan oleh petugas dari Dinas Sosial kota bekerjasama dengan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu.   Petugas ini mulai menyusuri Gepeng yang ada di kawasan simpang Masjid Jamik, Simpang Lima, Simpang Skip, Simpang Padang Harapan, Simpang KM 8, simpang Polda dan Simpang Pagar Dewa, Kota Bengkulu.   Hal ini dilakukan untuk menciptakan kenyamanan pengguna jalan dan menjaga keamanan serta keindahan Bengkulu, dari maraknya jumlah gelandangan dan pengemis (Gepeng) menjamur di jalan raya.

Irosnisnya, Gepeng yang ditangkap tersebut hanya didata dan diberi pengarahan oleh petugas.  Gepeng yang tertangkap tersebut tidak hanya berasal dari Kota Bengkulu, seperti Yuli (Bengkulu Utara), Sri Gustina (Bengkulu), Lisa (Lubuk Linggau), Erna (Prabumulih), Wati (Bengkulu), Anita (Bengkulu), Sudarman (Rejang Lebong), Dewi (Bengkulu), Lidia (Bengkulu), Bahrun (Bengkulu) Arfan (Lintang Empat Lawang), dan Lena (Bengkulu).

Sekretaris Dinas Sosial Kota Bengkulu, Drs Ikhwan Nova MSi mengatakan, razia tersebut bukan razia penertiban, melainkan hanya sebatas pembinaan terhadap gelandangan dan pengemis serta anak jalanan.

“Kami memberikan pembinaan dan pengarahan kepada mereka (Gepeng) agar tidak berkeliaran di jalan protokol yang mengganggu pengguna jalan. Karena setelah kita data, nantinya akan kita tindaklanjuti dengan  mengirimkan Gepeng ini untuk dibina dan diberikan keterampilan di Panti Asuhan yang ada di Bekasi yang sudah kita koordinasikan,” terang Ikhwan.

Ditambahkan Ikhwan, patroli yang digelar ini sekaligus untuk melakukan pendataan. Karena untuk langkah penanganan yang bisa dilakukan adalah pembinaan seperti bimbingan mental, bimbingan keterampilan, serta dikembalikan pada keluarga.

“Untuk kedepannya nanti, para Gepeng ini akan diberi keterampilan yang ber pusat di Panti Asuhan Bekasi Jawa Barat,” jelasnya.
Ikhwan mengaku, berdasarkan hasil patroli yang dilakukan pihaknya, kebanyakan Gepeng dan anak jalanan yang terjaring merupakan wajah lama tinggal di Bengkulu, tapi bukan orang asli Bengkulu.  Sementara itu, salah seorang pengemis yang tertangkap di simpang lima,  Erna Nuzi (50) mengaku memilih meminta-minta di jalanan untuk menyambung hidup ia dan dua orang anaknya.  “Saya disini hanya mencari makan. Kalau tidak seperti ini saya dan anak bisa mati tidak makan,” akunya.

Erna mengungkapkan setiap harinya ia bersama pengemis lainnya selalu ketakutan jika ada petugas yang datang.  Ia mengaku sudah dua kali ditertibkan namun tidak pernah dibina dengan diberikan keterampilan. “Kami mengaharapkan ada keterampilan khusus bagi kami. Siapa yang mau minta-minta di jalanan terus,” ucapnya. (400)