Belajar Online, PKBM Songgo Langit Janjikan Beasiswa

FOTO:
Peserta didik berprestasi yang berkalung medali, paket b dan c. Didampingi pengelola, tutor, tokoh masyarakat dan pembina dari kabid dan kasi diknas kota bengkulu.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Proses belajar mengajar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Songgo Langit yang berlokasi di jalan Pematang Said No. 17A RT. 15 Medan Baru Kandang Limun Kota Bengkulu sudah go digital. Ditengah pandemi covid-19 pembelajaran tetap berlangsung, meski tidak bertatap muka. Tutor dan siswa belajari dari rumah dengan menggunakan sistem daring menggunakan pembelajaran elektronik atau e-learning Moodle.

Kepala PKBM Songgo Langit Kota Bengkulu Widuri Asmaranti MPd menuturkan pembelajaran sebelum pademi dilakukan tiga metode,yaitu tutorial, tatap muka dan evaluasi. Pembelajaran tatap muka dilakukan dua kali dari sepakan di PKBM, pada hari senin dan Kamis dengan durasi kurang lebih dua jam setengah. Bersama Tutor yang disiapkan. Dan selama satu pekan, peserta belajar empat mata pelajaran.

Merebaknya virus corona berdampak pada dunia pendidikan, tak terkecuali di Bengkulu. Akibatnya sejumlah satuan pendidikan belajar jarak jauh. Pembelajaran dialihkan pada digital e-learing Moodle, aplikasi tersebut tutor bisa memberikan materi juga latihan. Aplikasi tersebut memberikan kemudahan bagi peserta bisa download modul pembelajaran, jika masih kesulitan belajar bisa diskusi lewat online.

“Kita memiliki media sarana pembelajaran aplikasi e-learning Moodle, yaitu aplikasi setara daring dan gogle form, tenaga pengajar (tutor) dan siswa menggunakan aplikasi ini,” beber Widuri.

Berbeda dengan sekolah umum, proses pembelajaran tidak harus dilaksanakan selama tiga tahun, di PKBM peserta didik cukup dilihat pada ketuntasan model. “Peserta didik PKBM tidak harus belajar sampai tiga tahun, karena begitu cepat menuntaskan modul, mereka bisa naik tingkat atas, ketuntasan diketahui melalui gogle form untuk mengetahui ketuntasan model, ” tambahnya.

Sementara itu Pembina sekaligus pendiri PKBM Songgo Langit, Lonnys Suryanto MPd menegaskan menyambut digital era 4.0 PKBM menjadi bagian menyempurnakan program wajib belajar 12 tahun. Sekolah paket kesetaraan bukan berarti tempatnya anak-anak putus sekolah atau mereka yang bermasalah, melainkan sekolah yang fleksibel dan berkarakter.

Foto: Kepala PKBM Songgo Langit, Widuri Asmaranti MPd

PKBM yang memiliki motto “Belajar Tanpa Batas” saat ini tengah membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin menempuh pendidikan non formal tanpa ada batas usia, bisa sambil kerja, bisa jarak jauh, namun dengan kualitas pendidikan yang setara dengan sekolah formal. “Kami memiliki tenaga pengajar (tutor) yang handal dan berprestasi di tingkat nasional, PKBM ini juga menyediakan beasiswa bagi usia 21 tahun kebawah. “jelasnya.

Program pendidikan yang dibuka meliputi pendidikan kesetaraan paket A (setara SD), Paket B (Setara SMP), paket C (setara SMA), Mulai bulan Juli PKBM Songgo Langit membuka program baru seperti Seni Budaya, Life Skill, Olahraga senam remik, bimbel belajar matematika, bimbel baca quran, bimbel bahasa Inggris dan keaksaranaan fungsional.

Pria yang akrab disapa Surya itu membeberkan kendala pelaksanaan pembelajaran pada PKBM adalah rendahnya kedisiplinan peserta untuk hadir di kelas yang sudah ditentukan jadwalnya. Dengan pembelajaran aplikasi e-learing Moodle bisa membantu pelaksanaan PKBM secara daring.

“Aplikasi ini tentu akan mempengaruhi hasil belajar peserta PKBM, selain mengejar ijazah, peserta harus memahai ilmu yang diberikan dan tidak gagap teknologi,”.

Dengan Model pembelajaran digital untuk PKBM yang lebih praktis dan efisien, mereka bisa belajar dimana saja bahkan hanya di rumah dengan menggunakan aplikasi tersebut melalui gedgetnya seperti mottonya belajar tanpa batas, ” tukansya. (247/prw)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*