BEI Edukasi Masyarakat dan Investor

BEI Bengkulu
INVESTASI:Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bengkulu dan Galeri Investasi Indonesia (GIS) mengadakan acara Investor Club Gathering GIS Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu di Hotel Santika pukul 09.00 kemarin (21/3). (Foto REWA/BE).

BENGKULU, BE – Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bengkulu dan Galeri Investasi Indonesia (GIS) ingin mendekatkan investor dengan perusahaan yang mereka beli sahamnya dengan mengadakan acara Investor Club Gathering GIS Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu di Hotel Santika pukul 09.00 kemarin (21/3) sekaligus mengedukasi masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bengkulu Early Saputra mengatakan tujuan dari acara ini adalah agar para investor mengetahui apa yang direncanakan oleh perusahaan dan bagaimana kinerja perusahaan dimasa yang akan datang. “Dengan acara ini diharapkan investor yang telah membeli saham perusahaan dapat mengetahui kinerja dan rencana perusahaan ke depannya,” ujar Early kepada BE kemarin (21/3).

Selain itu, pihaknya juga memberikan pemahaman komprehensif kepada Investor sehingga para investor mengetahui siapa yang mengelola perusahaan yang dinvestasikan dan tahu bagaimana kinerja perusahaan dan visi misi perusahaan. “Dengan acara ini kami ingin investor mengetahui siapa saja yang mengelola perusahaan yang sudah dibeli sahamnya baik itu komisaris dan direktur perusahaan agar investor mengenal mereka,” tambah Early.

Dikatakannya, dengan menghadirkan komisaris dan direktur dari perusahaan tempat menginvestasikan saham, komisaris dan direktur dapat memberikan gambaran bahwa perusahaan sepuluh tahun lagi akan lebih maju sehingga investor meyakini bahwa perusahaan tersebut memang layak untuk di beli sahamnya dengan indikator berdasarkan kinerja dan prestasi yang dicapai oleh perusahaan tersebut. “Perusahaan juga akan menjamin kedepannya pengelolaan perusahaan akan semakin berkembang dan maju,” terangnya.

Ia mengatakan, dengan acara ini maka baik pemerintah provinsi (pemprov) Bengkulu serta masyarakat yang ada di provinsi Bengkulu yang memiliki perusahaan dan ingin mengembangkannya dapat melirik ke pasar modal sebagai alternatif pembiayaan. “Kami berharap pemprov dan masyarakat Bengkulu bisa menjadikan pasar modal sebagai pilihan pembiayaan yang tepat,” sambungnya.

Dikatakannya, bila ada rencana pembuatan power plan, maka nantinya bisa sharing dengan pasar modal. Orang-orang yang memenuhi kualifikasi di pasar modal akan membantu mengumpulkan dana untuk perusahaan tersebut. “Jika ada perusahaan yang membutuhkan modal dapat mengembangkannya bersama pasar modal untuk menghimpun dana dari masyarakat,” jelasnya.

Diakuinya, program yang dikeluarkan oleh BEI didukung penuh oleh OJK dengan banyak sekali program yang dikeluarkan untuk edukasi mengenai pasar modal. “Sinergi yang baik dari regulator pasar modal, OJK, pemprov dan masyarakat sekitar semoga dapat membuat Provinsi Bengkulu bisa menikmati berkahnya pasar modal,” imbuhnya.

Ia menjelaskan pada bulan Februari 2017 di Bengkulu ada penambahan sekitar 47 investor dimana pada bulan Januari sebanyak 192 investor. Angka tersebut melebihi angka pertumbuhan investor pada November 2016 yang hanya mencapai 202 investor. “Baru 2 bulan, investor sudah mencapai 200 lebih artinya minat masyarakat Bengkulu untuk menjadi investor sangat banyak sekali,” Jelas Early.

Diungkapkannya sampai bulan Februari 2017 total portofolio investor Bengkulu yang membeli saham senilai Rp 18 Miliar dimana pada bulan November 2016 lalu portofolio saham masih di angka Rp 17 Miliar. “Harapan kami angka tersebut terus meningkat seiring semakin banyaknya investor di Bengkulu,” ujarnya.

Lebih lanjut ia juga mengatakan bahwa pihaknya juga mengedukasi para investor pada saat memutuskan untuk membeli saham Go publik atau penawaran saham perdana oleh perusahaan secara langsung. “Kami mengedukasi masyarakat untuk membeli saham perusahaan yang go public atau saham perdana,” tambah Early.

Selain itu, Ia mengungkapkan pialang saham di Bengkulu ada 50 orang yang sudah lulus ujian dan menjadi pialang saham terdiri dari dosen, masyarakat, dan mahasiswa. “Mahasiswa juga sudah ada sekitar 50 sampai 60 orang yang lulus ujian pialang saham dan nanti ijinnya akan dikeluarkan oleh OJK,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, animo masyarakat bengkulu berinvestasi saham sangat tinggi. Di galeri investasi IAIN Bengkulu sudah ada 400 akun yang sedang dalam proses, belum lagi di Universitas Bengkulu dan universitas lainnya. “Yang pasti, gairah investasi Bengkulu ke pasar modal sedang meningkat,” tuturnya.

Terakhir ia mengatakan bahwa pihaknya akan terus menginformasikan kepada masyarakat tentang pentingnya berinvestasi di pasar modal agar nilai uang tidak terus tergerus oleh inflasi. “Kami juga sudah menjelaskan secara detail bagaimana berinvestasi, membuat akun, memilih saham yang bagus dan liquid kepada masyarakat, jadi masyarakat tidak perlu takut lagi berinvestasi di pasar modal,” tutup Early.

Acara tersebut dihadiri oleh Pimpinan OJK Bengkulu Yan Syafri, Kepala Perwakilan BEI Bengkulu Early Saputra, Komisaris PT Ratu Prabu Energi Agus Baskoro, Direktur Keuangan PT Ratu Prabu Energi Gemilang Zaharin dan Investor Galeri Investasi.(999)