BEI dan OJK Edukasi Mahasiswa

BEI Curup
Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bengkulu Early Saputra saat menjelaskan tentang pasar modal kepada mahasiswa STAIN di aula STAIN Kamis (23/3) kemarin. (Foto IST/BE).

CURUP, BE– Untuk mengenalkan OJK dan Pasar Modal yang ada di Bengkulu. OJK dan BEI Perwakilan Bengkulu menyambangi Kampus STAIN Curup dengan menggelar kulaih umum di aula STAIN Curup, Kamis (23/3) kemarin.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi kita agar semakin banyak yang mengenal OJK maupun pasar modal yang ada di Bengkulu ini,” ungkap Kepala OJK Bengkulu, Yan Syafri.

Dengan adanya kegiatan tersebut, Yan Syafri berharap semakin banyak masyarakat Bengkulu khususnya dari kalangan mahasiswa yang mengenal OJK dan pasar modal hinga ke fungsi dari OJK dan pasar modal itu sendiri.

Senada dengan yang disampaikan Kepala OJK Bengkulu, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bengkulu Early Saputra juga mengungkapkan hal yang serupa. Dimana menurutnya kegiatan yang mereka lakukan kemarin merupakan kegiatan literasi keuangan.

“Dengan adanya kegiatan ini, kita ingin memberikan informasi mengenai investasi yang benar di pasar modal itu seperti apa,” jelas Early.

Selain memberikan informasi mengenai investasi yang benar seperti apa, kegiatan tersebut juga untuk mengenalkan OJK kepada masyarakat.

Karena menurut Early selama ini banyak masyarakat yang berselisih dengan lembaga keuangan yang ada di daerah seperti perbankan maupun lembaga pembiayaan lainnya. Saat berselisih tersebut, masyarakat banyak yang kebingungan untuk mengadu kemana, padahal menurutnya bisa datang ke OJK untuk mengugkapkan permasalahan yang mereka hadapi, karena menurutnya bisa saja perselisihan tersebut karena lembaga keuangan atau justru karena ketidaktahuan masyarakat.

“Bila ada yang memiliki masalah dengan lembaga keuangan silahkan datang ke kator OJK Bengkulu, sehingga nanti bisa jelas kesalahannya dimana, dan langkah yang dilakukan seperti apa,” jelas Early.

Untuk pasar modal sendiri atau investasi saham, menurut Early banyak yang belum memahami secara betul. Dimana menurut Early saat ini masih banyak masyarakat yang memahami bahwa untuk membeli saham harus dalam jumlah yang banyak, ekmudian harus melakukan pembelian atau mengikuti jual beli sacara rutin, bahkan menurutnya saham tersebut bisa diwariskan.

“Kita juga ingin menginformasikan kepada masyarakat bahwa dalam membeli saham tidak mesti dalam jumlah banyak, serta tidak harus rutin maupun dijual belikan,” jelas Early.

Disisi lain, Early juga mengungkapkan, kegiatan kemarin merupakan bahian dari program percepatakan akses keuangan daerah yang dilakukan OJK bersama BEI perwakilan Bengkulu.

Dimana dalam mempercepat akses keuangan daerah tersebut, OJK dan BEI Bengkulu mendatangi seluruh daerah di Provinsi Bengkulu mulai dari tingkat desa, kelurahan hingga kampus-kampus yang ada di Provinsi Bengkulu. Dengan kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat bisa lebih mengenail mengenai lembangan keuangan dan pasar modal.(251)