Begini Gelar Acara Resepsi Pernikahan yang Aman dan Cegah Penyebaran COVID-19

HINGGA saat ini virus COVID-19 masih ada, termasuk di wilayah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk pencegahan penyebaran virus yang mematikan tersebut. Salah satunya di lakukan pemerintah melakukan pembatasan seluruh kegiatan yang berpotensi  menimbulkan penyebaran Covid-19. Termasuk menghentikan acara hajatan maupun resepsi pesta bagi masyarakat.

BUDI HARTONO- KABUPATEN MUKOMUKO

Meskipun telah dilakukan pembatasan kegiatan yang mengundang keramain di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Namun sebagian masyarakat masih
menggelar pesta resepsi pernikahan, khitanan dan lainnya. Namun ada tips khusus yang di jalankan  tuan rumah atau penyelenggara supaya kegiatan yang digelar tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19. Tiga  minggu lalu tepatnya tanggal 3 November tahun 2020, Rangga warga Kelurahan Bandaratu Kecamatan Kota Mukomuko Kabupaten Mukomuko, menggelar pesta resepsi pernikahan. Masyarakat khususnya tamu undangan berdatangan ke rumah Rangga untuk memberikan do’a dan ucapan selamat. Namun, sebelum tamu masuk ke ruang resepsi pernikahan, dihentikan beberapa panitia menggunakan baju batik. Panitia tersebut mengarahkan semua tamu ke sebuah tempat, tepatnya di sebelah kanan dan kiri pintu masuk resepsi yang berjajar rapi tempat mencuci tangan bagi tamu. Seluruh tamu yang datang, wajib mencuci tangan dengan menggunakan sabun yang sudah disediakan. Setelah selesai, satu persatu diperiksa suhu tubuhnya dengan menggunakan peralatan termometer gun infrared. Jika suhu tubuhnya normal, tamu diberikan satu buah masker agar dipakai ketika masuk ke ruang resepsi. “Tamu yang datang juga harus jaga jarak dan tidak boleh berjabat tangan dengan orang lain. Bahkan meja dan tempat duduk para tamu, juga dibatasi paling banyak 4 orang setiap meja dengan jarak duduk 1,5 meter,” kata Rangga.

Seluruh tamu undangan yang datang ke resepsi, untuk mengambil hidangan harus satu persatu. Sehingga tetap mengikuti protokol kesehatan. Contohnya, antara satu tamu di jaga jarak 1,5 meter. Setelah tamu tersebut selesai, barulah tamu berikutnya di persilakan untuk mengambil hidangan yang telah disiapkan panitia penyelenggara. “Seluruh tamu undangan dilakukan perlakuan yang sama. Meskipun sangat berbeda dari sebelum adanya pandemi dan saat ini tengah dalam suasana pandemi Covid-19. Ini bertujuan supaya pencegahan penularan COVID-19,” katanya. Beberapa tips yang dilakukan itu, ternyata membuahkan hasil yang baik. Terbukti, selama pandemi Covid-19 khususnya pasca pesta pernikahan itu, tidak ada satupun warga atau tamu undangan yang datang terpapar COVID-19.  “Alhamdulillah, acara resepsi pernikahan yang telah berlangsung berjalan dengan baik dan lancar. Meskipun protokol kesehatan ketat diterapkan,” bebernya.

Menurutnya, tips tersebut  juga termasuk dalam upaya mensosialisasikan tips aman pesta dari penyebaran COVID-19. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mukomuko perwakilan tamu undangan diberikan kesempatan menyampaikan sambutan dalam resepsi pernikahan tersebut, Budi Hartono,SP mengapresiasi kepada tuan rumah selaku penyelenggara resepsi pernikahan. Meskipun mendatangkan orang, protokol kesehatan benar -benar diterapkan dengan baik. Seperti sebelum tamu undangan masuk harus cuci tangan, di cek suhu tubuh, diberikan masker hingga tempat duduk tamu undangan diatur sebaik mungkin dengan diberi jarak. “Kami selaku tamu undangan merasa aman, nyaman  dan mengapresiasi kepada penyelenggara. Karena menerapkan imbauan pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan. Ini tidak lain untuk pencegahan penyebaran COVID-19,” ungkapnya.

Terpisah, Juru Bicara Satgas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo SKM  mengatakan, apapun kegiatan dilakukan masyarakat seperti pesta pernikahan dan lainnya. Selain membatasi jumlah orang,  juga wajib menerapkan protokol kesehatan. “Protokol kesehatan wajib diterapkan. Apa yang sudah dijalankan masyarakat khusus di salah satu acara resepsi pernikahan itu, harus bisa dijadikan contoh baik bagi yang lainnya. Untuk itu, masyarakat selalu diingatkan tetap menerapkan imbauan pemerintah yakni  sering mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan tetap menjaga kesehatan seperti rutin berolahraga dan makan makanan yang bergizi dan menyehatkan,” imbaunya. (**)