Begal di Curup Kabupaten Rejang Lebong Terlibat 16 TKP

 

 

RIZKY/BE Tersangka begal (duduk) yang diamankan dan barang bukti sepeda motor yang berhasil diamankan oleh tim gabungan Subdit Jatanras dan opsnal Polres Rejang Lebong.

 

RIZKY/BE
Tersangka begal (duduk) yang diamankan dan barang bukti sepeda motor yang berhasil diamankan oleh tim gabungan Subdit Jatanras dan opsnal Polres Rejang Lebong.

BENGKULU, BE – Terduga pelaku begal yang beraksi di Jalan Lintas Curup-Lubuk Linggau berinisial Aw (27) warga Desa Kampung Jeruk, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, diketahui tidak hanya sekali saja melakukan aksi begal merampas sepeda motor pengendara. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu, AW dan rekan-rekannya sudah 16 kali beraksi di sekitaran Kabupaten Rejang Lebong dan di Kota Bengkulu.

“Sudah 16 TKP, salah satunya di Kota Bengkulu. Makannya, kita tarik kesini agar lebih mudah pengembangannya. Sepeda motor yang kita amankan ada 9 unit,” jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu, Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif.

Semua aksi begal yang dilakukan berhasil membawa lari sepeda motor korban. Untuk sementara barang bukti sepeda motor yang berhasil diamankan sebanyak 9 unit, barang bukti lain masih dalam upaya pencarian.
Diduga Aw melakukan aksi begal bersama dua orang rekannya yang saat ini sudah ditetapkan DPO (daftar pencarian orang). Tim gabungan Subdit Jatanras, Opsnal Polres Rejang Lebong hampir sepekan memburu Aw dan rekan-rekannya. Bahkan saat dilakukan penangkapan Aw sempat melarikan diri, melompat ke jurang sampai akhirnya berhasil dilumpuhkan personel gabungan.

“Dua orang rekannya sudah kita tetapkan DPO, mereka ini kelompok Kepala Curup manargetkan sepeda motor,” imbuh Kombes Pol Teddy.

Sementara itu dari pengakuan Aw, sudah 8 bulan dia melakukan aksi begal bersama rekannya berjumlah sekitar lima orang. Sepeda motor hasil curian dijual dengan harga bervariasi, sesuai dengan jenis dan tipe sepeda motor. Kisaran harga Rp 1,5 sampai Rp 3 juta. Aw sendiri berperan sebagai eksekutor, sementara rekannya sebagai joki. Saat korbannya melawan, tidak segan Aw mengeluarkan senjata tajam (sajam) yang sudah disiapkan untuk melukai korban. Jika Aw kewalahan, rekan Aw yang bertindak sebagai joki memberikan bantuan.

“Saya bawa sajam untuk mengancam, motor dijual Rp 1,5 sampai Rp 3 juta tergantung jenisnya,” jelas Aw.
Rencanannya sepeda motor hasil curian yang berhasil diamankan akan diserahkan langsung kepada pemiliknya oleh Kapolda dan Wakapolda Bengkulu. (167)