Bedengan Nyaris Ludes Terbakar

kebakaranCURUP TIMUR, BE – Pemukiman padat penduduk di kawasan RT 8 Rw 3 Kelurahan Karang Ayar Kecamatan Curup Timur nyaris ludes dilalap si jago merah. Sekitar pukul 16.30 WIB Sabtu (15/12) kemarin, kepulan asap tebal di rumah bedengan dua tingkat semi permanen dengan konstruksi kayu yang dihuni Deki (28) dan dan istrinya Susanti (26).
Beruntung, peristiwa kebakaran yang terjadi di rumah bedengan milik Samsul (41) yang disewa beberapa kepala keluarga itu diketahui warga, sehingga warga dapat segera memberikan pertolongan. Dua unit mobil pemadam kebakaran yang mendapatkan informasi segera menuju lokasi kebakaran, namun api sudah bisa dikenalikan warga, sehingga api tidak menyebar ke bangunan rumah yang lain.
Kebakaran ini setidaknya membuat korban harus kehilangan kasur, pakaian dan buku sekolah milik anaknya. Kerugian akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai jutaan rupiah.
Beberapa sumber Bengkulu Ekspress di lokasi kejadian, mengatakan sumber api berasal dari kamar bedeng yang dihuni Deki (28)  yang diduga berasal dari lilin. Korban diperkirakan lalai, sehingga api lilin yang digunakan sebagai penerang membakar kasur, hingga api menyebar ke bagian rumah yang lain. Sementara itu, korban Deki yang menghuni kamar bedeng tersebut mengaku baru mengetahui kebakaran ketika dihubungi oleh sang istri. “Saya sedang kerja parkir di pasar, ada kabar kebakaran saya segera pulang,” katanya.
Menurut Deki, rumah konstruksi papan itu dihuni beberapa kepala keluarga, sudah 4 hari tidak lagi menikmati listrik dari PLN. “KWH rumah ini di cabut, karena alasan yang belum kami ketahui. PLN akan memasang kembali listrik kalau sudah bayar denda, besarnya lebih dari Rp 6 juta,” terang Deki.
Karena tidak ada listrik, makanya para penghuni rumah bedengan itu menggunakan alat penerang lain. “Saya tidak tau penyebab kebakaran ini apa, yang jelas saya dihubungi keluarga saya, kalau rumah terbakar dan diminta pulang,” ujar Deki lagi.
Doni (22) salah satu penghuni bedeng lainnya dikonfirmasi menerangkan, saat peristiwa terjadi Ia mengaku sedang tidur. “Saya terbangun karena ada yang teriak kebakaran. Saat bangun dan keluar rumah, saya lihat orang sudah ramai memadamkan api di kamar kontrakan milik pak Doni, dimana bedengan kami hanya bersebelahan dinding,” terang Doni.
Menurut warga sekitar, kebarakan di rumah bedengan tersebut sudah tiga kali terjadi. 12 September 2012 lalu, kebaran juga terjadi di lokasi yang sama. Ketua RT 8 RW 3 Kelurahan Karang Anyar Curup Timur Aprianto, pada kebakaran sebelumnya sumber api diduga api berasal dari puntung rokok yang ditinggalkan di ruang tamu yang di huni korban. Sebab, tidak ada gejala lain sumber api tersebut baik melalui konsleting listrik dan jauh dari kompor. “Diduga api berasal dari puntung rokok, beruntung saat itu api tidak menyebar dan langsung dipadamkan oleh warga yang mengetahui,” terangnya.
Ketua RT juga mengaku, peristiwa serupa juga sempat terjadi di rumah tersebut bahkan sempat membuat heboh warga, karena pemukiman yang padat dan konstruksi bangunan yang didominasi kayu. “Setahu saya sudah beberapa kali peristiwa nyaris kebakaran seperti ini.  Namun syukurnya berhasil di atasi warga, Kami sangat berharap warga bisa meminimalisir sumber kebakaran. Karena lokasi tempat tinggal ini padat pemukiman, sehingga dikawatirkan akan banyak membuat kebakaran meluas,” tegas Timur Aprianto.
Sementara itu, Kapolres RL, AKBP. Edi SUroso, SH melalui Kasat Reskrim, AKP Margopo SH mengaku masih melakukan penyelidikan.”Memang ada dugaan penyebabnya karena lilin atau sejenis lampu penerangan lainnya. Apalagi rumah bedeng itu sudah tidak dialiri listrik. Tapi untuk saat ini belum dapat disimpulkan, masih butuh penyelidikan lebih lanjut,” jelas Margopo.(999)