Bebaskan Lahan Jembatan TAP

Jembatan di Kecamatan Tanjung Agung Palik terlalu sempit sehingga membuat kendaraan roda 4 harus antri ketika lewat
Jembatan di Kecamatan Tanjung Agung Palik terlalu sempit sehingga membuat kendaraan roda 4 harus antri ketika lewat

TAP, Bengkulu Ekspress – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Dapil Bengkulu Utara (BU) Tantawi Dali MM, meminta agar Bupati BU Ir Mian dapat mengurusi pembebasan lahan di sekitar jembatan Desa Tanjung Agung Kecamatan Tanjung Agung Palik (TAP). Tujuannya, agar Pemerintah Provinsi Bengkulu dapat mengusulkan pembangunan jembatan baru. Karena kondisi jembatan yang ada saat ini terlalu sempit, sehingga pengendara terpaksa antri ketika melintas.

‘’Kita minta Bupati urus dulu rumah-rumah warga yang berada di sekitar jembatan. Jika itu sudah selesai baru kita akan perjuangkan anggaran pembangunannya di provinsi,’’ ujar Tantawi Dali saat diwawancarai Bengklulu Ekspress kemarin (10/1).

Menurut Tantawi, posisi rumah warga berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan terlalu dekat dengan badan jalan. Keberadaan rumah warga disana perlu ditata. Hanya saja, walau ada aturan yang bisa menjadi dasar pemerintah melakukan penggusuran, Tantawi mengingatkan hendaknya tetap dilakukan dengan cara yang baik, sehingga tidak menimbulkan konflik baru.

‘’Memang secara aturan ada jarak tertentu yang diatur untuk membangun rumah di DAS. Hanya kita harapkan Pemerintah Bengkulu Utara dapat mensterilkan lokasi tanpa menimbulkan hiruk pikuk,’’ ungkapnya.

Disisi lain, Tantawi menyampaikan pembangunan jembatan baru yang lebih lebar harus dilakukan untuk kelancaran arus lalu lintas di Desa Tanjung Agung. Apalagi, volume kendaraan semakin meningkat.

‘’Jalan itu menghubungkan dari Kota Bengkulu menuju Kota Arga Makmur dan sebaliknya. Jadi, kalau kita tidak lakukan pembangunan sekarang, kapan lagi. Sementara, kendaraan semakin padat,’’ terangnya.

Ia juga menyebutkan setelah pembebasan lokasi dilakukan, anggaran pembangunan jembatan baru dapat diusulkan kepada pemerintah provinsi. Ia berjanji memperjuangkan agar pembangunan itu dapat terealisasi.

‘Untuk itu, Kades dan camat harus aktif mensosialisasikan kepada masyarakat,’’ pungkasnya.
Selain jembatan yang sempit dan hanya bisa dilalui 1 arah kendaraan roda 4, kondisi lantai jembatan juga dalam keadaan rusak. Camat TAP, Nirwan Tomeri SH baru-baru ini melakukan penimbunan lubang ditengah jembatan menggunakan aspal.(816)