BE Gelar Ngobras Keuangan Daerah

BENGKULU, BE – Kebijakan perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah, selama ini pelaksanaannya cenderung belum berpihak pada kepentingan masyarakat secara utuh. Baik itu untuk anggaran bersumber melalui APBD murni maupun dari APBN yang disalurkan ke daerah. Tarik menarik kepentingan antara pihak eksekutif dan legislatif membuat kondisi itu terjadi. Perang kepentingan legislatif dan eksekutif semakin kentara atas sikap pejabat lembaga Pemda dan DPRD yang tidak mau membeberkan program-program pada sumber keuangan daerah itu secara transparan ke publik. Padahal APBD itu adalah uang rakyat, dan rakyat berhak tahu untuk apa saja dan kemana saja uangnya dibelanjakan. Pers sebagai media informasi dan penyambung lidah masyarakat memiliki peran vital dalam memberikan kontrol sosial atas pelaksanaan APBD itu. Untuk itu Harian Bengkulu Ekspress menggelar acara Ngobrol Santai (Ngobras) wartawan Ekonomi Bengkulu dengan tema Pengelolaan Keuangan Daerah, untuk Siapa? ”Acara ini kita laksanakan besok, Senin (30/1) pukul 08.30 WIB di Hotel Nala Seaside. Pada Acara Ngobras ini BE menghadirkan 3 pembicara yang berkompeten dibidang keuangan daerah,” ujar Kabag Kerjasama Antar Lembaga Bengkulu Eskpress yang juga selaku panitia acara Ngobras, Ade Kurnia kemarin. Narasumber yang dihadirkan antara lain, Kasubdit Dana Desentralisasi, Direktorat Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah, Depkeu RI, Putut Hari Satyaka. Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu, Ir Edi Waluyo, dan Ekonom ISEI Provinsi Bengkulu Meriani,SE,M.Si Ketiga narasumber itu menyampaikan materi masing-masing, tentang efisiensi dan efektifitas pengelolaan keuangan daerah dalam rangka desentralisasi berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Berikutnya materi tentang upaya untuk mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang taat azaz, berkeadilan, transparansi, efektif dan efisien agar memberikan manfaat yang optimal untuk masyarakat. Serta materi tentang kelemahan dan tantangan pengelolaan keuangan daerah di Provinsi Bengkulu serta langkah-langkah perbaikannya. Adapun para peserta yang diundang untuk mengupas masalah keuangan daerah ini antara lain, para wartawan yang tergabung dalam komunita wartawan ekonomi Bengkulu (WEB) PWI Bengkulu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Ketua DPRD Kota Bengkulu, Bappeda Kota Bengkulu dan Perwakilan ISEI Provinsi Bengkulu. Acara Ngobras ini terselenggara atas kerjasama Bengkulu Ekspress dengan ISEI Bengkulu dan Bank Indonesia Bengkulu. ”Ngobras ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para wartawan Bengkulu yang tergabung dalam WEB tentang bagaimana APBD itu direncanakan, kemudian dikelola untuk masyarakat. Dengan begitu awak media bisa mengawasi pelaksanaan APBD sebagai bagian dari pelaksanaan kontrol sosial. (166)