BBM Satu Harga di Pulau Enggano

Rio/ Bengkulu Ekspress GM MOR II Pertamina Erwin Hiswanto bersama Asisten II setdakab Bengkulu Utara Ir.Untung Pramono Danlanal Bengkulu Letkol Laut (P) Agus Izudin, ST meresmikan program BBM satu harga untuk Pulau Enggano di TBBM Pulau Baai, Kamis (16/11).
Rio/ Bengkulu Ekspress GM MOR II Pertamina Erwin Hiswanto bersama Asisten II setdakab Bengkulu Utara Ir.Untung Pramono Danlanal Bengkulu Letkol Laut (P) Agus Izudin, ST meresmikan program BBM satu harga untuk Pulau Enggano di TBBM Pulau Baai, Kamis (16/11).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Masyarakat di Pulau Enggano saat ini sudah bisa tersenyum lebar. Pasalnya, pemerintah melalui PT Pertamina Persero meresmikan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga di pulau terluar wilayah Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu tersebut. General Manager Marketing Operation Region (GM MOR) II Sumbagsel, Erwin Hiswanto mengatakan, selama ini masyarakat Pulau Enggano perlu mengeluarkan uang kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu perliternya untuk membeli BBM disemua jenis.

“Sekarang tidak perlu dengan harga mahal, BBM harganya sama dengan harga yang ada diseluruh Indonesia,” terang Erwin kepada BE, usai pemecahaan kendi sebagai tanda peresmian BBM satu harga Pulau Enggano di Kantor Pertamina Bengkulu, kemarin (16/11).

Dikatakanya, untuk harga BBM jenis premium harganya Rp 6.450 perliter, solar Rp 5.150 perliter dan BBM jenis pertalite dengan harga Rp 7.500 perliternya. BBM yang didistribusikan ke Pulau Enggano itu, akan disalurkan ke SPBU Kompak atau SPBU dengan sistem manual. “SPBU kompak ini kita dirikan di Desa Malakoni Kecamatan Enggano,” tambahnya.

Kebutuhaan BBM bagi warga Pulau Enggano, PT Pertamina telah menyiapkan sekitar 30 KL perbulannya untuk BBM jenis Premium dan Pertalite.

Sementara untuk Solar disiapkan sebanyak 5 KL perbulannya. Meski demikian, untuk pendistribusian BBM itu memang membutuhkan waktu cukup lama. BBM yang diangkut menggunakan mobil tanki melalui jalur laut saja, harus menempuh perjalanan sekitar 12 jam. Kemudian ditambah dengan perjalanan sekitar 8 kilometer untuk mencapai lokasi penyaluran BBM. “Ini upaya kita yang dipercaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhaan BBM untuk masyarakat,” beber Erwin.

Dalam pembeliaanya, PT Pertamina tidak akan membatasi pembeliaan BBM kepada masyarakat. Baik itu BBM jenis solar, premium maupun pertalite. Termasuk untuk nelayan kecil juga tidak dibatasi membeli BBM jenis solar. Namun untuk nelayan besar dari luar provinsi, SPBU dilarang untuk menjual BBM tersebut kepada nelayan tersebut.

“Pembeliaanya tidak kita batasi, silahkan beli sesuai dengan kebutuhan,” paparnya.

Sementara itu, Erwin menegaskan, upaya Pertamina merealisasikan BBM satu harga sejalan dengan Peraturan Menteri ESDM No 36/2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) secara nasional, yang diberlakukan sejak 1 Januari 2017.

Selain Pulau Enggano di Bengkulu, wilayah Sumatara Bagian Selatan (Sumbangsel), Pertamina mendapat amanah program BBM 1 Harga di 5 (lima) titik, yaitu Enggano – Bengkulu Utara, Nibung Musi Rawas – Sumsel, Lemong Pesisir Barat – Lampung, Lalan Musi Banyuasin – Sumsel, dan Suoh – Lampung Barat.

“Pertamina menargetkan program BBM 1 Harga agar dapat dirasakan semua masyarakat dan kami membutuhkan dukungan penuh dari seluruh pihak untuk mewujudkan program ini,” tegas Erwin.

Sementara itu, Asisten I Setda Pemda Bengkulu Utara, Ir Untung Pramono MSc mengatakan, di Pulau Enggao itu terdapat 6 desa dengan 3.150 penduduk serta 800 Kepala Keluarga (KK). Dengan penerapan BBM satu harga ini akan sangat membatu masyarakat, dalam krisis BBM diwilayah tersebut. “Langkah ini tentu akan berdampak kepada semua aspek, khususnya untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkas Untung. Peresmian BBM satu harga itu, dihadiri oleh Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu Ahyan Endu, Danlanal Bengkulu Letkol Laut ( P) Agus Izidin ST, Perwakilan Dirpol Air AKBP Jonelson, Jr SER Wilayah 6 Bengkulu Deni Nugrahanto dan tamu penting lainnya. (151)