BBM Naik, Tarif Angkutan Naik

ARGA MAKMUR, BE – Sehari sebelum pengumunan pemerintah pusat menaikan harga BBM, Pemkab Bengkulu Utara harus sudah menetapkan besaran kenaikan tarif angkutan di Bengkulu Utara. Mengingat, imbas dari kenaikan harga BBM akan memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap kenaikan tarif angkutan. Jika tidak dilakukan penetapan tarif, dikhawatirkan akan terjadi kenaikan tarif angkutan yang melebihi batas kewajaran karena tidak adanya ketetapan dari pemerintah daerah menyangkut hal tersebut. “H -1 harus sudah ditetapkan tarif angkutan baru, baik untuk wilayah antar kecamatan maupun antar kabupaten,” kata Bupati BU Dr Ir HM Imron Rosyadi MM MSi saat memimpin apel akbar jelang kenaikan BBM di halaman kantor bupati, kemarin.¬†Hari ini, Dishubkominfo diminta untuk melaksanakan rapat dengan pihak terkait dalam hal ini Organda dan YLKI untuk membahas soal kenaikan tarif angkutan. Beberapa tarif angkutan yang akan mengalami perubahan, khususnya untuk trayek antar kabupaten dan kecamatan. Besaran kenaikan tarif yang dilakukan, harus mempertimbangkan berbagai faktor baik dari Organda dan konsumen. Pemerintah daerah tidak ingin kecolongan dengan ulah para pemilik angkutan yang mengambil keputusan kenaikan tarif tanpa ada dasar yang jelas. Jika sudah ada keputusan kenaikan tarif, hal tersebut harus dipatuhi dan dijalankan oleh para pemilik angkutan.¬†“Kenaikan tarif yang ditetapkan jangan sampai memberatkan konsumen dan merugikan pemilik angkutan. Sehingga harus dicari rumusan yang tepat untuk menetapkan tarif yang ada,” jelasnya.

Sidak SPBU
Sementara itu, usai menggelar apel akbar yang juga dihadiri oleh anggota FKPD Bengkulu Utara, bupati beserta rombongan langsung menggelar Sidak di dua lokasi SPBU di Kota Arga Makmur. Rombongan melakukan pemantauan langsung mengenai mekanisme pendistribusian BBM yang dilakukan oleh pihak SPBU kepada masyarakat. Saat berada di lokasi SPBU, tampak sejumlah antrean kendaraan yang menunggu giliran pengisian BBM di SPBU. “Pengecekan langsung di SPBU untuk mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan berkaitan dengan kenaikan harga BBM yang ditetapkan pemerintah pusat. Sejauh ini untuk pengamanan di SPBU sudah cukup maksimal dengan dilakukannya penempatan personil polisi dan anggota Kodim,” tukas Imron. (212)