BBI Segera Hasilkan PAD

MEDI/Bengkulu Ekspress Kepala DKP Kota Bengkulu, Syafriandi bersama rombongan meninjau lokasi BBI untuk menilai potensi yang dihasilkan dari pembudidyaan ikan, kemarin (25/6).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Balai Benih Ikan (BBI) Kota Bengkulu yang telah terbengkalai sejak satu tahun lalu, saat ini mulai digarap kembali. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kota telah mengajukan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar untuk melakukan budidaya benih ikan lele, nila, dan lobster.



“Kita usulkan di dalam APBD perubahan 2019, nanti kita beli indukan kemudian kita olah dengan target Desember nanti sudah bisa panen raya,” kata Kepala DKP Kota Bengkulu, Syafriandi ST MSi usai melaksanakan peninjauan BBI yang beralamat di Jalan Citandui Jalur 2 Lapangan Golf, kemarin (25/6).

Dengan kembali mengoperasikan BBI ini, pihaknya optimis bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup besar dengan perkiraan Rp 300 juta per triwulan. Sebab, saat ini terdapat 6 unit kolam ikan, dan dalam 1 kolam tersebut bisa menghasilkan 5 ton ikan.

“Jumlah dari 6 kolam ini bisa menghasilkan 30 ton, saat panen bisa kita sesuaikan dengan harga pasar, misalkan harga pasar Rp 15 ribu per kilo, artinya sudah menghasilkan puluhan juta,” jelasnya.

Untuk langkah awal, pihaknya akan fokus dalam budidaya ikan lele jika telah berhasil maka akan terus dikembangkan untuk benih ikan lainnya seperti nila hingga lobster air tawar. Sehingga target lainnya bisa memesok kebutuhan konsumen terhadap kebutuhan ikan air tawar.

“Dengan usulan anggaran Rp 2,5 miliar itu digunakan untuk proses pembibitan, pakan, tempat pemijahan, instalasi air kolam. Kemudian setelah ada ikan, tentu keamanan harus kita jaga, maka juga kita bangun pagar, jangan sampai nanti warga leluasa keluar masuk, karena bisa timbul potensi pencurian ikan,” papar Andi, sapaan akrabnya.

Sesuai dengan komitmen Pemerintah Kota untuk mengenjot PAD, maka pihaknya optimis kinerja DKP dalam pengolahan BBI ini bisa berkontribusi meningkatkan PAD tersebut.  “Selama ini memang BBI belum maksimal untuk dilakukan pembudidayaan ikan ini, maka saat ini akan kita mulai,” pungkasnya. (805)