Baznas Berupaya Pangkas Peran Tengkulak Hewan Kurban

Masyarakat diingatkan agar memeriksa hewan yang akan di kurbankan
Foto : IST

JAKARTA, Bengkulu Ekspress – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menuturkan musim penjualan hewan kurban semakin dekat. Mereka prihatin dengan adanya permainan tengkulak. Baznas juga menaksir perputaran uang pembelian hewan kurban secara nasional mencapai Rp 69,9 triliun.

Ketua Panitia Kurban Baznas Mohammad Indra Hadi menjelaskan upaya Baznas menekan keterlibatan para tengkulak dengan cara membeli hewan kurban langsung ke peternak. ’’Peternaknya adalah para mustahik (orang yang berhak menerima zakat, Red) binaan Baznas,’’ katanya di kantor Baznas kemarin (3/7).

Dia menjelaskan saat ini peternak binaan Baznas tersebut tersebar di puluhan titik pedesaan. Untuk sementara ini stok yang tersedeia sekitar dua ribu ekor kambing. Jumlah tersebut diperkirakan mencukupi target pendistribusian hewan kurban tahun ini sebanyak 3.000 ekor. Baik itu sapi maupun kambing.

Indra prihatin dengan praktik penjualan hewan kurban melalui tengkulak. Sebab para tengkulak bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan peternaknya. Menurut dia kondisi ini tidak adil dan tidak memberdayakan peternak kambing di desa-desa.

Sebaliknya yang dilakukan Baznas adalah membeli kambing langsung kepada para peternak. Harganya juga lebih tinggi dibandingkan harga beli oleh para tengkulak. Tahun ini Baznas mematok harga hewan kurban Rp 2,5 juta/ekor kambing. Dengan berat berkisar 25-30 kg.

Menurut Indra harga hewan kurban yang dipatok Baznas memang sedikit di atas harga rata-rata. Namun dia menegaskan uang tersebut secara keseluruhan masuk ke peternak langsung. Tidak masuk ke kantong tengkulak. Selain itu hewan kurban juga disembelih di desa-desa. Khususnya desa lumbung kambing.

’’Selama ini orang-orang di desa tidak merasakan daging kurban. Karena kambingnya dibawa ke perkotaan,’’ tuturnya.

Indra menegaskan bahwa perputaran uang dalam transaksi hewan kurban cukup besar. Baznas memperkirakan tahun lalu jumlahnya mencapai Rp 69,9 triliun. Hanya saja perputaran uang tersebut banyak terjadi di perkotaan saja. Tidak sampai ke desa-desa lokasi peternakan kambing.

Dia menuturkan dengan skema membali kambing langsung ke peternak binaan Baznas, membuat perputaran uang juga dirasakan oleh masyarakat di desa-desa. Dia menjelaskan sudah lama Baznas membuat program pembinaan peternak dari kalangan mustahik. Namun dalam kurun dua tahun terakhir, pendampingan dilakukan secara intensif. (wan)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*