Bayi Penderita Hydropaulus Butuh Bantuan

ARGA MAKMUR, BE РNurfaisyah Fitria, balita berusia empat bulan terpaksa harus mengidap penyakit Hydropaulus dengan kepala yang makin hari makin membesar. Bayi mungil anak dari pasangan Sri Suyati (30) dan Nurul Hidayat (32)  warga Desa Sumber Rejo, saat ini hanya bisa digendong sang ibu.

Menurut keterangan Sri Suyati, awal kelahiran anak mereka tergolong normal, namun sekitar umur 1,5 bulan pernah dirawat di rumah sakit Hana Charitas Arga Makmur karena demam. Namun setelah dua bulan keluar dari rumah sakit, Sri tak menyangka kepala anaknya dalam waktu dua bulan ini semakin lama semakin membesar. Saat diperiksa di Puskesmas terdekat, dokter yang menanganinya mengatakan harus di operasi ke Palembang untuk mengobati kepala anak bocah itu dan harus menunggu hingga umur lima tahun.”Saat ini ia masih kecil jadi belum bisa di operasi. Persoalannya untuk biaya operasi dari mana kami mendapatkannya. Untuk berobat rumah sakit saja kami tidak punya kartu jamkesda,” tutur ibu dua anak ini.

Ia juga mengatakan untuk makanan sang buah hati hanya diberikan ASI, hingga beratnya juga normal seberat 6,2 kg. Terkait kondisi yang dialami putri keduanya itu, orang tua mengaku kebingungan¬† mengenai penyakit yang dideritanya. “Apa karena jarak melahirkan yang terlalu dekat dengan anak pertamanya hanya berjarak 1,5 tahun turut mempengaruhi kondisi fisik bayi,” katanya.

Kondisi ekonomi pasangan suami istri ini terbilang sangat pas-pasan. Bahkan saat ini mereka masih menumpang di rumah kerabatnya. Pekerjaan suami sebagai buruh harian hanya dipergunakan untuk biaya sehari-hari. Sementara untuk biaya operasi anaknya nanti butuh biaya yang besar mengaku tidak sanggup. Bahkan dengan terpaksa saat ini putri keduanya tidak diobati hanya dirawat saja dirumah. “Saya sangat berharap anak saya bisa kembali normal, dan harapkan bantuan dari pihak yang peduli membantu pengobatannya,” harapnya.(117)