Bayi Dibuang di TPA Sampah

Bayi yang dibuang di TPA sampah Desa Rama Agung Kecamatan Kota Arga Makmur, kemarin (1/3).
Bayi yang dibuang di TPA sampah Desa Rama Agung Kecamatan Kota Arga Makmur, kemarin (1/3).

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress– Bayi laki-laki berat 2,1 kg dan panjang 49 cm terbungkus kantong plastik hitam ditemukan dalam keadaan tewas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Desa Rama Agung Kecamatan Kota Arga Makmur. Bayi ini ditemukan oleh pemulung sekitar pukul 10.30 WIB, kemarin (1/3).

‘’Kita dapat laporan dari masyarakat sekitar. Kemudian, kita langsung turun ke TPA sampah Kecamatan Kota Arga Makmur guna memastikan informasi itu,’’ ujar Kapolres Bengkulu Utara (BU), AKBP Ariefaldi Warganegara SH SIK MM melalui Kasat Reskrim, AKP Jufri SIK didampingi KBO Reskrim, Ipda Rahmat MH dikonfirmasi BE, kemarin (1/3).

`
Kronologis kejadiannya, seorang pemulung bernama Wayan Nelaye (56) hendak mencari barang bekas di tumpukan sampah di TPA tersebut. Setelahs mengorek-ngorek sampah, ia heran dalam plastik hitam terbungkus rapi di tumpukan sampah tersebut.

Lantaran penasaran, ia mencoba membuka bungkusan itu, dan terkejut melihat ada sosok bayi di dalam plastik. Kemudian, ia menceritakan temuan itu kepada Ketua Karang Taruna Desa Rama Agung, Yohanes.

Selanjutnya, Yohanes menghubungi Bhabinkamtibmas. Atas informasi itu, pihak Polres sekitar pukul 11.00 WIB meluncur ke TKP guna memastikannya.

‘’Sudah kita lakukan otopsi RSUD Arga Makmur. Sementara ini, masih kita dalami lebih lanjut,’’ ungkapnya.

Ia menambahkan, setelah melakukan otopsi, diketahui jika sosok bayi itu berjenis kelamin laki-laki, yang diperkirakan berumur kurang dari 12 jam pasca ditemukan.

Untuk itu, ia berharap bagi masyarakat yang mengetahui adanya perempuan hamil di wilayah Kecamatan Kota Arga Makmur dan sekitarnya, namun tiba-tiba perut mengecil secara tiba-tiba dan tidak diketahui keberadaan bayinya agar dapat melapor ke Polres BU.

‘’Masih kita dalami lebih lanjut. Kita harapkan masyarakat, juga dapat memberikan informasi kepada pihak Polres guna kelengkapan data,’’ terangnya.

Truk Sampah Didata

SEMENTARA itu, penyidik Polres BU melakukan pendataan truk sampah yang masuk ke TPA sejak pagi kemarin (1/3). Hal itu untuk mendapatkan informasi guna penyelidikan lebih lanjut.

‘’Kita sedang menggali informasi lebih lanjut. Mudah-mudahan cepat terungkap seperti apa motif dugaan pembuangan bayi ini,’’ jelasnya.

Tak hanya itu, sebelum ditemukannya sesosok bayi laki-laki, setidaknya ada 4 truk sampah yang masuk ke TPA. Namun, belum diketahui truk sampah yang mana membawa mayat bayi yang dibungkus dalam kantong plastik hitam itu.

‘’Seingat saya, ada 4 truk sampah yang masuk ke TPA sejak pagi tadi (kemarin, red),’’ tutur Wayan pemulung asal Desa Rama Agung yang menemukan mayat tersebut.

Ia mengaku tidak ada firasat apapun sebelum menemukan mayat bayi itu. Karena, merupakan rutinitas sehari-hari yang dilakukannya datang ke TPA Sampah untuk mencari sisa makanan guna pakan ternak babi yang dipeliharanya.

‘’Saya tiap pagi datang ke tempat sampah ini (TPA, red) mencari sisa-sisa makanan untuk pakan ternak,’’ tuturnya.

Baru Pertama Terjadi

Berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar baru pertama kali terjadi. Karena selama ini belum pernah ditemukan kejadian aneh di TPA Sampah Kecamatan Arga Makmur sejak pertama kali dibuka. Untuk itu, masyarakat berharap tidak ada lagi kejadian serupa yang ditemukan.

‘’Mungkin Arga Makmur sudah menuju kearah kota besar. Karena peristiwa seperti ini sangatlah kejam dan tidak berprikemanusiaan,’’ imbuh Andi warga yang tinggal tak jauh dari TPA Sampah.

Ia berharap pelaku dapat segera terungkap. Kemudian, pelaku dapat dihukum sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukan. Karena, jika orang tua normal tidak mungkin tega membuang bayi yang baru dilahirkan seperti itu.

‘’Beri saja hukuman seberat-beratnya kepada pelakunya nanti. Perbuatan ini, tidak dapat ditoleransi lagi dan bukan dilakukan manusia normal,’’ pungkasnya.(816)