Bayern Bingung Hadapi Chelsea

BOS Bayern Munich, Jupp Heynckes belum tahu mendapatkan strategi yang tepat untuk menghentikan Chelsea di final Liga Champions, Allianz Arena, Minggu (20/5) dini hari (siarang langsung RCTI pukul 01.45 WIB). Heynckes mengakui bahwa The Blues -julukan Chelsea- terlalu tangguh untuk bisa dikalahkan. “Saya melihat pertandingan leg pertama semifinal mereka melawan Barcelona dan tidak terkejut Chelsea yang pada akhirnya menang,” katanya kepada The Guardian, Selasa (15/5). Heynckes mengatakan untuk mendapatkan trofi kasta tertinggi kompetisi klub Eropa itu, anak buahnya harus memiliki segalanya untuk mengalahkan skuad Roberto Di Matteo. Ke Allians Arena, Chelsea memang memiliki dua misi untuk menang. Pertama, memegang trofi. Dan kedua, menjaga peluang tiket di Liga Champions musim depan. Jika menang, berarti Chelsea otomatis mendapatkan tiket ke Champions. Sementara Tottenham yang berada di urutan keempat klasemen Liga Primer dimungkinkan tergusur ke UEFA Cup. Pria kelahiran Jerman, 9 Mei 1945 ini mengatakan jika Chelsea saja mampu menyingkirkan Blaugrana -sebutan Barcelona- yang begitu sulit dikalahkan, bagaimana dengan Chelsea. “Saya telah menyaksikan dan melatih di Liga Spanyol. Saya tahu betapa sulitnya untuk mengalahkan Barcelona. Dan kini aku dibiarkan bertanya-tanya jika Barca tidak bisa mengalahkan Chelsea, bagaimana kita?,” ucapnya.
Pelatih berusia 67 tahun itu mengakui kunci kekuatan Chelsea ada pada pelatihnya, Roberto Di Matteo. Kata dia, pria berkepala plontos asal Italia itu punya kedekatan psikologis dengan skuadnya sehingga mampu mengendalikan tim. “Mereka kuat, dan saya sangat terkesan dengan cara Roberto Di Matteo bertindak di samping lapangan. Dia sangat santai memegang kendali. Itu menunjukkan bahwa sangat dengan pemain sehingga berjuang menuju satu tujuan. Filsafat telah berubah baru-baru ini. Itu adalah perasaan psikologis dalam capaian di klub,” pungkasnya.Sementara itu perusahaan elektronik Korea Selatan, Samsung sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang masa kontrak jadi sponsor Chelsea. Kepastian perpanjangan ini akan dipastikan pada laga final Liga Champions antara Chelsea versus Bayern Munich di Allianz Arena, Jerman Minggu (20/5) dini hari WIB. Kepala Pemasaran Olahraga Samsung, Cerah Hwang mengakui menjadi sponsor terhadap klub yang sukses jauh lebih menunguntungkan. Makanya kata dia, hasil pertandingan di partai final akan mempengaruhi keputusan mereka untuk memperbarui kesepakatan.”Mendukung tim pemenang jauh lebih baik dari tim gagal. Jadi Samsung ingin Chelsea harus bisa menang. Tentu saja akan memainkan peran penting ketika kita memutuskan apakah kita memperbaharui kontrak,” kata Hwang seperti yang dilansir Goal, Selasa (15/5). Samsung telah menjadi sponsor Chelsea sejak tahun 2005 dengan menyumbang setiap tahunnya £ 13 juta atau Rp 194,818 Miliar. Kontrak ini akan berakhir musim depan.

Pemilik Roman Abramovich rupanya mencari penamaan hak untuk The Blues atas tanah Stamford Bridge untuk beberapa tahun terakhir. Namun Hwang mengatakan bahwa pencarian penmaan itu tidak layak secara komersial untuk memiliki nama perusahaan yang terkait dengan stadion dibanding dengan nama di kaos. “Pengalaman kami adalah bahwa, meskipun kita meletakkan nama Samsung pada itu, tidak ada media menyebutkan Samsung tetapi hanya nama stadion, jadi itulah alasan yang sebenarnya,” katanya. “Pemaparan yang Anda miliki di sponsor kemeja jauh lebih tinggi. Di mana pun mereka bermain akan terus terpampang. Untuk nama stadion jauh lebih rendah,” pungkasnya.(jpnn)