Bawaslu Utamakan Pencegahan

YouTube video

Pengawas Pemilu Harus Profesional

BENGKULU TENGAH, Bengkulu Ekspress – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menggelar rapat koordinasi (rakor) pengawasan pemilu tahun 2019, di Aula Hotel Puncak Tahura, Kamis (28/3) kemarin. Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Bawaslu RI Divisi Penyelesaian Sengketa, Rahmat Bagja SH LL M, Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Parsadaan Harahap dan Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Bengkulu, Ediansyah SH MH, Ketua dan anggota Bawaslu Kabupaten Bengkulu tengah serta Panwascam se-Kabupaten Benengkulu tengah.

Usai acara, Ediansyah menegaskan bahwa tugas utama dari Bawaslu adalah untuk mendukung pelaksanaan Pemilu berlangsung sukses, lancar, aman dan kondusif. “Harapan kami adalah pelaksanaan pemilu berlangsung damai. Sebab itulah, sebagai pengawas pemilu 2019, kami akan mengedepankan pencegahan pelanggaran. Baik itu dilakukan oleh peserta pemilu ataupun penyelenggara,” kata Ediansyah. Mewujudkan hal itu, seluruh pengawas harus bekerja secara maksimal dan profesional.

“Pengawas juga harus bekerja secara profesional dengan mempedomani aturan yang berlaku. Jika bekerja tak sesuai dengan aturan, pengawas akan diberi sanksi pelanggaran kode etik,” tandasnya.



Sementara itu, Anggota Bawaslu RI, Rahmat Bagja, dalam sambutannya mengingatkan kepada Bawaslu beserta jajaran untuk memperketat pengawasan terhadap panitia penyelenggara pemilu. Terutama penyelenggaraan pemilu ditingkat bawah, yakni tempat pemungutan suara (TPS). “Salah satu potensi kerawanan adalah TPS yang memiliki keanggotaan PPS ataupun KPPS baru. Dimana, kualitas SDM dan pengalaman dalam bekerja mereka masih belum begitu matang. Jangan sampai terjadi konflik atau permasalahan saat haru pemungutan dan perhitungan surat suara,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Bengkulu tengah, Asmara Wijaya ST didampingi anggota Bawaslu Bengkulu tengah, Supirman SAg MH menegaskan, pihaknya akan melakukan pengawasan secara optimal pada setiap tahapan pemilu. “Mendekati hari pencoblosan, kami memberikan motivasi kepada seluruh personel pengawas pemilu untuk meningkatkan pemahaman tentang tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka. Apa-apa saja yang harus dikerjakan dan sikap apa yang harus diperbuat selama bertugas,” demikian Asmara.(135)