Bawang Kerek Inflasi Maret

Tradisi Deflasi Sulit Terulang

bawang putihJAKARTA – Kenaikan harga bawang putih telah berkontribusi besar menyumbang inflasi Februari lalu. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), bulan lalu inflasi tercatat 0,75 persen dan 0,12 persen disumbang oleh harga bawang putih.

Padahal saat itu, harga bawang masih berkisar Rp 30 ribuan, sedangkan di bulan Maret ini harga tengah mencapai tiga kali lipatnya. Kenaikan harga bawang putih itu juga diikuti oleh bawang merah dan cabai. Dengan kondisi demikian, dipastikan inflasi Maret bakal terkerek.

Sekretaris Komite Ekonom Nasional (KEN) Aviliani menegaskan, inflasi pasti akan naik dari bulan lalu. “Di atas 0,75 persen di bawah 0,8 persen. Tapi kontribusi bawang putih mungkin bisa dua kali lipat dari bulan lalu,” terangnya pada Jawa Pos saat dihubungi kemarin.

Ia menerangkan, bawang putih bukanlah merupakan komoditi utama penggerak inflasi. Komoditi makanan utama yang berpengaruih besar mendorong inflasi yaitu beras yakni 0,3 persen. Sedangkan bawang putih hanya 0,14 persen dan bawang merah 0,1 persen.

“Bebeda dengan daging sapi yang sempat memukul inflasi Januari lalu. Kontribusinya cukup besar hampir 0,2 persen,”terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti. Dia mengatakan, kenaikan inflasi memang tidak terlalu tinggi. Tapi itu merupakan catatan khusus bagi Indonesia. “Menurut siklus yang biasanya terjadi, Maret-April merupakan saatnya Indonesia mengalami deflasi,” jelasnya.

Pada bulan tersebut, lanjutnya, sebagian besar wilayah Indonesia sedang mengalami masa panen raya. Mestinya itu menjadi momentum yang tepat untuk menekan angka inflasi tahunan.

Sebab setelah itu, pada bulan-bulan berikutnya seperti Juni dan Juli, inflasi bakal kembali merangkak naik karena menyambut bulan Ramadan dan tahun ajaran baru.

Tersendatnya pasokan kebutuhan pangan yang menyebabkan lonjakan harga bawang putih, bawang merah, cabai, dan daging sapi membuatnya pesimistis untuk meraih deflasi. Bahkan untuk turun dari Februari masih sangat sulit. Ia memprediksi April nanti inflasi baru bisa turun.

Dia berharap, pemerintah segera bisa segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan harga bawang. Supply yang saat ini sedang kosong harus segera ditambah. Sehingga lonjakan inflasi bisa ditekan.

“Jika memang kebijakannya yang kurang tepat harus segera diperbaiki, sehingga permasalahan seperti ini tidak terus terjadi,” imbuhnya. (uma/kim)