Batu Bertuliskan Huruf Melayu Kuno

IMG_1581SBI, BE – Jika kita berada di Desa Lawang Agung Kecamatan Sindang Beliti Ilir, kita akan menemukan batu bertuliskan huruf Melayu kuno dan berukirkan penunggang kuda yang memakai pedang sepotong.   Batu tersebut berada di tengah perkebunan kopi milik Jang Jatok, warga setempat.
Menurut cerita orang-orang tua desa, batu yang berukir dan bertuliskan huruf Melayu kuno tersebut sudah ada sejak zaman dahulu dan diperkirakan batu tersebut berusia lebih dari 500 tahun.   Batu tersebut ditemukan warga desa waktu pembukaan sawah baru dan di dalam petak sawah batu tersebut, mucul dan terlihat oleh warga dan digali.   Sekilas, batu tersebut menyerupai batu nisan, tapi panjang batu tersebut lebih dari satu meter.
Sekretaris Desa Lawang Agung, Zairin (60) mengatakan, batu bertuliskan dan berukir tersebut sudah ada sejak jaman dahulu, dan dinamakan batu Tenggiri Renda yang dikenal dengan puyang Bujang Remalon, yang artinya Bujang Dewa.  Dan konon ceritanya batu tersebut dibawa oleh seseorang yang sangat sakti dari negeri Palembang dari Kerajaan Sriwijaya ke Desa Kutai Kediri yang sekarang Desa Lawang Agung.
Selain ukiran dan tulisan, batu tersebut juga ada pahatan seperti pahatan kerajan Kutai Kartanegara dimana pahatan tersebut berjalin panjang seperti pahatan orang suku dayak dan cara memahat batu tersebut juga menggunakan batu terlihat dari hasil pahatanya yang kasar dan tidak merata.  ”Batu yang berukir dan bertuliskan tersebut, dipercayai oleh warga desa adalah batu keramat dan dijaga oleh warga agar batu bersejarah tersebut bisa bertahan lama dan menjadi objek sejarah di desa,” ungkap Zairin. (cw1)