Batik Rambah Desain Interior-Eksterior

JAKARTA,BE – Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang kebudayaan, Wiendu Nuryanti mengatakan, pemanfaatan batik belakangan ini semakin beragam, tidak hanya untuk pakaian tapi juga merambah di dunia desain interior dan eksterior.
“Kita bangga ketika batik digunakan tidak hanya dalam pakaian, tapi juga sudah merambah ke dunia interior dan eksterior desainer,” kata Wiendu di sela-sela pembukaan pameran dan lomba desain motif batik mahasiswa tahun 2013 di Kemdikbud, Kamis (4/7).
Dampak positif lainnya juga terlihat dari keragaman motif batik yang juga dibuat untuk kebutuhan interior desainer. Misalnya desain untuk sofa, dinding dan kebutuhan desainer lainnya.
“Pengakuan UNESCO terhadap batik tidak hanya sebuah sertifikat, namun dampaknya memang luar biasa banyak, terutama dari segi ekonomi,” ujar Wiendu.
Iwan Aang Kunaefi yang juga Mantan Dubes Indonesia untuk Unesco pada kesempatan yang sama mengatakan pengakuan UNESCO terhadap batik didasari sejarah batik yang ada di tanah air. Butuh waktu 3 tahun meyakinkan UNESCO dengan fakta-fakta sejarah bahwa batik milik Indonesia.
Di ajang lomba desain motif batik mahasiswa kali ini, terdapat 266 mahasiswa yang mengirimkan karya dengan totoal keseluruhan 302 motif, yang terdiri dari 217 karya desain dan 85 kategori interior desain. (jpnn)