Batik Lebong Belum Bisa Diproduksi

ERICK/BE
Batik khas Lebong yang memiliki corak atau khas Kaganga daun sirih.

LEBONG, BE – Meskipun Batik Te Lebong telah dilaunching yang memiliki corak huruf Kaganga daun sirih dan yang lainnya, saat ini untuk produksinya belum bisa dilakukan. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM).
Sekretaris Daerah (Sekda) Lebong, H Mustarani Abidin SH MSi mengatakan, batik tersebut memiliki potensi  menumbuhkan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Lebong.
Untuk itulah, ia meminta kepada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disprindagkop dan UKM) Kabupaten Lebong untuk membuat program dalam memberikan pelatihan kepada masyarakat memproduksi batik khas Lebong.
“Saat ini produksinya masih kita minta dari Solo, karena di Lebong belum bisa dilakukan,” ujarnya
Nantinya jika batik sudah bisa diproduksi di Kabupaten Lebong, tidak menutup kemungkinan ke depan untuk permulaan, nantinya seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemkab Lebong akan diwajibkan untuk memakai batik khas Kabupaten Lebong pada hari kerja yang memang dalam 1 hari setiap minggunya, PNS diwajibkan untuk memakai batik.
“Di daerh lain PNS memakai batik khas daerah masing-masing dan kita sudah memilikinya,” tuturnya
Terpisah, Penjabat sementara (Pjs) Bupati Lebong H Herwan Antoni SKM MKes MSi menambahkan selain bisa menjadi ciri khas batik Lebong yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Lebong, juga bisa menjadi souvenir atau oleh-oleh khas Lebong.
“Sehingga nanti batik Lebong bisa dikenal lagi oleh masyarakat luas,” singkatnya.(614)