Batas Kota Terisolir

IMG00494-20130706-1115 IMG00498-20130706-1117SUKARAJA, BE-Ribuan penduduk Desa Kunti Agung Kecamatan Sukaraja, Seluma sejak 3 bulan lalu terisolasi. Pasalnya, jalan penghubung desa itu ke Kelurahan Babatan, Sukaraja rusak berat hingga tak dapat dilewati kendaraan. Demikian juga jembatan penghubung Kuti Agung ke Kecamatan Talang Empat Bengkulu Tengah (Benteng) sudah abruk sejak 3 bulan lamanya.
Ironisnya, Kuti Agung merupakan desa yang berlokasi di perbatasan 3 wilayah administratif; Kabupaten Seluma-Kota Bengkulu-Benteng. Sebanyak 323 kepala keluarga (KK) yang bermukim di batas kota itu pun merana. Produksi kebun karet penduduk setempat yang biasa dijual setiap hari, sejak 3 bulan lalu pula sudah melorot jauh dari harga normal.
“Kondisi ini sudah 3 bulan terakhir terjadi, setelah jalan dan jembatan rusak. Kami warga desa ini melintasi sungai untuk bisa keluar masuk desa,” ungkap Kepala Desa (Kades) Kuti Agung, Hendri Dunan.
Lebih ironis lagi, pemerintah desa setempat baru sadar ingin melaporkan kondisi tersebut, setelah mahasiswa salah satu universitas di Kota Bengkulu ber-KKN di desa itu. Menurut salah seorang mahasiswa KKN, Sigit Budiyanto, kondisi jalan alternatif yang masih mungkin dilewati dari Kuti Agung hanya dari arah Kecamatan Talang Empat Benteng. Bahkan, jembatan yang putus dengan bentang 7 meter dan lebar 3 meter itu merupakan infrastruktur yang berada di wilayah Benteng.
Di sisi lain, Kades Kuti Agung, mengungkapkan, sebenarnya pihaknya telah mengadukan masalah tersebut ke kantor Camat Sukaraja. Namun, sejauh ini kondisi akses jalan yang rusak parah itu tak kunjung diperbaiki.
“Jembatan ini merupakan swadaya masyarakat dalam pembuatannya sehingga wajar saja kembali rusak. Jika tetap menunggu pemerintah entah hingga kapan akan peduli dengan warganya,” terangnya .(333)