Basarnas Hentikan Pencarian Korban Tenggelam

RIZKY/BE
Tim Basarnas melakukan pencarian menggunakan rubber boat di kawasan Sungai Muara Jenggalu

BENGKULU, BE – Hingga hari ke-7, Sabtu (21/11), pencarian terhadap Yos Sudarso warga Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, yang tenggelam saat memancing menggunakan sampan kayu di kawasan Sungai Muara Jenggalu belum membuahkan hasil.

Sesuai SOP, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, kepolisian, DKP Kota Bengkulu, Komunitas Latun Bengkulu dan masyarakat menghentikan pencarian, karena pencarian hanya dibatasi sampai 7 hari. Meski dihentikan, Basarnas dibantu masyarakat sekitar tetap melakukan pemantauan sekitar sungai Muara Jenggalu.

“Hari ini Sabtu (21/11), sudah masuk hari ke-7 pencarian. Artinya pencarian akan dihentikan, tetapi tetap dilakukan pemantauan pada hari selanjutnya, apabila masyarakat menemukan jenazah, koordinasikan dengan Basarnas agar jenazah secepatnya di evakuasi,” jelas Kasi Ops Basarnas Provinsi Bengkulu, Julhendra.

Sejak melakukan pencarian pada Minggu (15/11) lalu sampai Sabtu (21/11), tim gabungan hanya menemukan peralatan pancing milik korban. Peralatan tersebut ditemukan tenggelam di dasar muara Sungai Jenggalu. Alat pancing terdiri dari reel dan joran tersebut ditemukan pada hari ke-5 pencarian. Selama melakukan pencarian belum ada pihak yang mencium aroma tidak sedap, sebagai tanda tubuh seseorang sudah mengalami pembusukan jika memang meninggal karena tenggelam. Padahal, tim gabungan sudah melakukan berbagai upaya melakukan pencarian mulai dari penyelaman, melakukan penyisiran menggunakan rubber boat sepanjang Sungai Muara Jenggalu hingga ke pesisir pantai, melakukan penyisiran darat sepanjang tepian sungai.

“Sejak pencarian hari pertama sudah dilakukan berbagai upaya pencarian, penyelaman, menyisir muara hingga ke pantai, pencarian dari darat tetapi hasilnya nihil. Hanya menemukan alat pancing saat melakukan penyelaman pada hari ke-5,” imbuhnya.

Terkait kendala selama melakukan pencarian visibilitas air muara kurang baik. Jarak pandang penyelam terganggu, mereka hanya meraba didalam air. Cuaca hujan juga menjadi kendala, jika cuaca hujan dan angin kencang seluruh tim melakukan pencarian akan ditarik menghindari kejadian tidak diinginkan. Pihak keluarga dari korban terduga tenggelam sudah diberi penjelasan terkait pencarian yang dihentikan tersebut. Mereka menerima keputusan itu. Pihak keluarga tidak dilarang jika masih mau melakukan pencarian. (167)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*