Barukoto Semakin Sepi?

Pasar Barokuto perlu diperbanyak akses angkot untuk meningkatkan jumlah pembeli

BENGKULU, BE – Program revitalisasi pasar yang dicanangkan Pemerintah Kota Bengkulu belum begitu maksimal. Hal ini bisa dilihat di Pasar Barukoto yang berlokasi di Kampung. Masih banyak ruko yang kosong dan hanya 1 ruko yang terisi di lantai dua. Ratusan ruko yang ada di lantai dua itu semuanya rusak dan tidak terawat. Hal itu disampaikan oleh salah seorang pedagang Barukoto I, Rigo (51).
Dia menjelaskan, harusnya Pemkot Bengkulu lebih memperhatikan kondisi pasar tersebut. Apalagi kalau dilihat dari sejarahnya, pasar itu dulunya ramai dan menjadi pusat kota Bengkulu. “Tonggak perekonomian Bengkulu itu dahulunya bermula dari sini”, kata Rigo kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (11/1).
Pedagang baju tersebut berharap, pasar Barukoto I bisa diperbaiki. Gedung-gedung dan jalan menuju Pasar Barukoto I bisa diperluas dan diperindah. Selain itu didukung akses angkot menuju Barukoto juga harus diperbanyak. Pasalnya saat ini, hanya angkot kuning saja yang mengarah kesana. “Kalau semua angkot bisa dijalurkan kesini, Insya Allah pasar ini bisa ramai kembali”, ujarnya.
Selama ini penghasilannya berdagang di pasar itu tidak menentu. Sehari, jumlah pengunjung yang datang hanya sekitar 100 orang dan tidak semuanya yang beli. “Orang yang belanja kesini adalah orang yang tahu kualitas. Kualitas barang kami ini tidak jauh sama Mall”, kata Rigo.

Pasar Barukoto II sudah bagus
Disisi lain, pedagang sayur pasar Barukoto II, Milawati (50) mengatakan pasar Barukoto II sudah bagus. Dia merasa sudah aman dan nyaman berjualan disana. Apalagi sekarang dia tak harus kucing-kucingan dengan Satpol PP, seperti saat dia berjualan di KZ. Abidin dulu. “Sekarang saya sudah nyaman disini, keamanan juga terjamin, karena pihak keamanan pasar selalu ada”, ungkapnya kepada Bengkulu Ekspress.
Sejauh ini, ada sekitar 300 lebih pedagang yang berjualan di Pasar Barukoto II lantai II ini. Milawati menjelaskan, setiap harinya dia membayar Rp 3.000 untuk biaya keamanan. Dia berharap pemkot juga bisa lebih perhatian lagi kepada para pedagang. “Kami butuh modal, semoga kami bisa dibantu agar kami tidak pinjam dari renterir”, paparnya.
Hampir sama dengan pedagang Barukoto I, dia juga menginginkan adanya akses angkot kesana. Hal ini guna lebih meramaikan lagi pasar Barukoto II. Selain itu, dia ingin semua pedagang ilegal segera ditindak lanjuti. “Masa kami saja yang digusur, yang ilegal-ilegal itu harusnya juga digusur”, ujar Milawati.

Revitalisasi Akan Disegerakan
Pada tahun lalu, upaya revitalisasi pasar sudah diajukan ke kementerian perdagangan. Namun belum tahu hasilnya. Hal ini diungkapkan oleh Asisten II Kota Bengkulu, Drs H Fachruddin Siregar MM. “Rencana kami untuk lantai 2 pasarĀ  Barukoto I itu nantinya akan dijadikan pusat souvenir dan cinderamata”, jelasnya.
Pada dasarnya, Pemerintah Kota Bengkulu selalu mendukung pedagang. Fachruddin menjelaskan, untuk akses angkot sedang dalam kajian Dinas Perhubungan. Hasil kajian ini nanti akan dijadikan dasar untuk mengambil kebijakan. “Mudah-mudahan keinginan para pedagang disana (Pasar Barukoto,red) bisa segera kita realisasikan”, ujarnya.
Dia menerangkan, pedagang yang kesusahan modal bisa meminjam melalui RT atau lurah. Pemerintah Kota Bengkulu sudah mencairkan dana samisake yang bisa dimanfaatkan oleh semua pedagang. “Kalau untuk di Barukoto II, kami sudah kucurkan Rp 50 juta untuk koperasi disana. Ini bisa dimanfaatkan oleh semua pedagang”, jelas Fachrudin. (cw5)