Barukoto II Sepi

RUDI - Sejumlah petugas membersihkan taman Pasar Barukoto II. Bila kondisi pasar ini sepi selama 3 bulan, walikota akan mengembalikan PKL ke Pasar Subuh.
Walikota Diminta Tepati Janji

BENGKULU, BE – Sejak direlokasi pada Senin tanggal 7 Juli yang lalu, para pedagang Pasar Subuh KZ Abidin II berpindah ke Pasar Barukoto II. Banyak perubahan yang dialami pedagang sejak itu. Beberapa pedagang ada yang mengaku tak lagi bisa melanjutkan sekolah anaknya, sehingga anaknya itu terpaksa menjual kantong plastik di Pasar Tradisional Modern (PTM). Seperti pengakuan Herman, penjual ikan di Pasar Barukoto II yang sebelumnya berjualan di Pasar Subuh.
Dikatakan warga Kebun Bungsu ini kepada BE, sewaktu di Pasar Subuh, ia dapat menjual 30 sampai 40 kilogram ikan dalam sehari.  Penghasilannya saat itu sanggup untuk menafkahi istri dan menyekolahkan keempat anaknya. Namun sejak ia memutuskan untuk mengikuti aturan pemerintah berjualan di Pasar Barukoto II, ia merasa kesulitan untuk menjual ikannya. Bahkan meski hanya 10 kilogram banyaknya.
“Pembeli baru masuk pasar ini sudah melewati jam 4 Subuh. Dan sejak jam 8 sudah sepi sekali. Tidak ada lagi belanja bersama seperti yang pernah dilakukan walikota,” katanya saat dijumpai di Pasar Barukoto II, kemarin.
Kondisi Pasar Barukoto II, lanjutnya, memang lebih bersih dan rapi. Tapi ia heran dengan kerapian dan kebersihan itu tak membuat banyak orang tertarik untuk berbelanja di pasar ini dan membeli dagangannya.
“Dahulu kami sudah punya langganan sendiri di Pasar Subuh. Tidak semua mau berbelanja ke sini. Makanya kami harus mencari pelanggan baru saat ini,” ujarnya.
Sementara pengakuan Dedi, seorang eks PKL Pasar Subuh penjual kelapa parut yang juga sudah memutuskan pindah ke Pasar Barukoto II, ia saat ini lebih banyak merugi. Banyak dagangannya yang akhirnya harus dibawa pulang dalam kondisi utuh tanpa tersentuh pembeli.  “Sekarang pedagang memang sudah mulai rami. Tapi pembelinya yang sepi,” tukasnya.
Ia berharap, bilamana dalam waktu 3 bulan lamanya kondisi Pasar Barukoto II tetap sepi, walikota dapat menepati janjinya untuk membiarkan mereka kembali ke Jalan KZ Abidin II yang dahulu menjadi tempat mereka berjualan.
“Kita ini bukannya apa-apa. Pasar Minggu itu sudah sejak puluhan tahun yang lalu menjadi tempat kita berjualan. Saya saja sudah sejak orangtua saya dulu yang merintis berjualan di sana. Makanya kami kemarin meminta kalaupun mau di relokasi jangan jauh dari Pasar Minggu.  Pelanggan kami di sana semua,” paparnya. (009)