Baru Lulus SMP, Aksi Coret Baju

IRUL/Bengkulu EkspressCORAT-CORET: Para siswa SMP tampak saat berkumpul di sekitar Dermaga Linau Kecamatan Maje dengan melakukan aksi corat coret baju seragam, usai menerima hasil kelulusan, Rabu (29/5) kemarin sore.

Kelulusan 100 Persen

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress– Sebanyak 2.234 siswa SMP sederajat yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) di Kabupaten Kaur dinyatakan lulus 100 persen. Ironisnya, kelulusan siswa SMP ini diwarnai aksi corat-coret seragam. Gerombolan siswa merayakan kelulusan nampaknya kompak dengan bersenda gurau di pinggir pantai Linau menikmati angin sepoy menunggu waktu berbuka. Sebelumnya juga mereka konvoi mengendarai kendaraan mulai dari Kecamatan Nasal hingga sejumlah titik lainnya di Kabupaten Kaur.



“Alhamdulillah kami ini semuanya lulus, tak ada yang gagal, kita baru saja pengumuman,” kata salah satu siswa yang mengaku bernama Arif (15) dari salah satu SMP di Kabupaten Kaur, Rabu (29/5).

Dikatakan, ia bersama dengan sejumlah rekannya mengaku sudah mengendarai motor mulai dari Kecamatan Tanjung Kemuning hingga berlabuh di Pelabuhan Linau Kecamatan Maje untuk sekadar berfoto foto. Menurutnya, ini bukan hanya mereka saja namun juga siswa yang lainnya juga demikian. Dimana mereka sudah melakukan aksi konvoi keliling-keliling menggunakan motor, nah pas pengumuman kembali lagi ke sekolah untuk mendengarkan pengumuman dari pihak sekolah.

“Kita ini cuma ngikut semua siswa juga merayakan, kebetulan kita tak berpuasa, nah sekalian jalan-jalan dengan yang lainnya cuma berfoto-foto, kalau helm yang lain juga tak pakai,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kaur Endi Yurizal SP, membenarkan sudah disampaikan pengumuman kelulusan kepada 46 SMP dan MTs di Kabupaten Kaur. Secara keseluruhan jumlah siswa yang ikut Ujian Nasional (UN) sebanyak 2.234 siswa dari jumlah itu 100 persen lulus.

Dirinya juga sebelumnya sudah menyampaikan imbauan kepada seluruh sekolah untuk melarang siswanya menggelar aksi coret-coret serta konvoi. “Sudah kita sampaikan imbauan, namun kalau mereka sudah pulang tentu pihak sekolah juga tak bisa mencegahnya, begitu juga bila mereka belum sampai di sekolah,” ungkapnya.

Ditambahkannya, ini sebenarnya juga meskinya menjadi perhatian orang tua siswa, karena tentunya anak anak sebelum berangkat meminta izin dengan orang tuanya. Artinya orang tua sebaiknya melarang anak-anaknya menggelar konvoi dan juga coret-coret pakaian. Tentu akan lebih bermanfaat bila pakaian tersebut diberikan kepada adik atau orang lain yang membutuhkan.  “Konvoi kendaraan juga sangat berbahaya sebab rawan kecelakaan lalu lintas, apalagi saat ini suasana jelang lebaran banyak kendaraan mudik sehingga mobilitas kendaraan cukup tinggi,” tandasnya. (618)