Baru Dibangun, Sudah Rusak

 

Aspal jembatan Desa Batik Nau Kecamatan Batik Nau sudah mulai rusak, padahal baru selesai dibangun awal 2018.
Aspal jembatan Desa Batik Nau Kecamatan Batik Nau sudah mulai rusak, padahal baru selesai dibangun awal 2018.

BATIK NAU, Bengkulu Ekspress- Timbunan pengerasan lapisan aspal jembatan di Desa Batik Nau Kecamatan Batik Nau diduga tidak diperhitungkan dengan baik oleh kontraktor. Hal ini terbukti sebulan lebih dari usai dikerjakan, aspal jembatan turun dan membuat jalan bergelombang. Akibatnya, proyek senilai Rp 6,7 Miliar yang dikerjakan oleh PT Ratu Agung Pitoelas itu dipertanyakan.

Terlebih proyek itu bersumber dari dana APBN tahun 2017 di bawah Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Bengkulu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) .

‘’Kita tidak tahu penyebab pastinya kok bisa aspal jembatan itu turun dan bergelombang. Tapi, yang jelas pekerjaan ini baru selesai pada sekitar akhir Januari hingga awal Februari lalu,’’ ujar Ahmad, warga setempat kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (11/3).

Ia sangat menyayangkan proyek dengan dana yang cukup besar, tapi tidak dikerjakan dengan baik. Apalagi, pekerjaan yang dimulai sejak 7 Oktober 2017 baru diselesaikan hingga awal tahun 2018. Padahal warga sangat menginginkan kondisi jalan yang bagus.

‘’Apakah perpanjangan kontrak 50 hari kerja di tahun 2018 atau tidak, kita tidak terlalu tahu. Pastinya, proyek ini mulai dikerjakan sejak bulan April 2017 lalu,’’ ungkapnya.

Ia juga menyampaikan jika saat ini jalan yang sempat berlobang dan bergelombang itu sudah ditimbun menggunakan koral. Hanya saja, sangat disayangkan kurangnya perhitungan dari pihak kontraktor hingga tidak melihat struktur tanah rawa yang labil dan mudah turun yang membuat aspal menjadi rusak.

‘’Kalau perhitungannya lebih tepat, kita rasa tidak terjadi hal seperti ini. Apalagi, pekerjaan baru dikebut, diakhir-akhir masa kontrak,’’ tuturnya.

Pengendara lainnya, Ari juga sangat menyayangkan kondisi yang terjadi. Karena, mobil yang melintas harus sangat pelan melewati jembatan, lantaran aspal yang bergelombang cukup tinggi sebelum naik ke atas jembatan. Jika tidak melakukan pengereman maksimal, maka koncangan diatas kendaraan cukup terasa.

‘’Selain aspal yang rusak, ketika mau naik jembatan kita juga harus pelan-pelan lantaran antara aspal dan jembatan terdapat selisih yang cukup tinggi. Kalau mobil yang melaju cukup kencang, maka akan terasa goncangan yang cukup kencang,’’ pungkasnya. (816)