Baru Dibangun, Jalan Ditumbuhi Rumput

Hasil Cek Lapangan Dewan  Doni/Bengkulu Ekspress CEK: Pihak DPRD Kepahiang saat mengecek langsung rumput liar yang tumbuh di badan jalan hotmix yang baru selesai dibangun oleh kontraktor pelaksana.
Hasil Cek Lapangan Dewan Doni/Bengkulu Ekspress CEK: Pihak DPRD Kepahiang saat mengecek langsung rumput liar yang tumbuh di badan jalan hotmix yang baru selesai dibangun oleh kontraktor pelaksana.

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Pembangunan jalan hotmix Sidodadi-Kampung Bogor dinyatakan gagal konstruksi. Sebab badan jalan sudah ditumbuhi rumput. Padahal jalan tersebut baru selesai dibangun. Hal itu disampaikan langsung Waka I DPRD Kepahiang, Andrian Defandra SE Senin (27/11), usai mengecek kondisi jalan bersama sejumlah anggota DPRD dan pejabat berwenang di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kepahiang.

Aan menegaskan, pekerjaan hotmix tidak benar sehingga hasilnya tidak memenuhi unsur penyelesaikan terbaik dalam membangun jalan. Sebab, kompisisi hotmic ac-bc dipastikan tidak memenuhi syarat.”Dilihat secara kasat mata, tidak tergambar agregat pengunci seperti komposisinya batu setengah satu, satu-satu tidak ada. Lebih banyak kompisisi dibatu dua pertiga sehingga jalan itu berpori. Dan bisa di lihat dilapangan jalanya ditumbuhi rumput,” tegas Aan.

Atas pekerjaan PT Sarana Mitra Saudara (SMS) Jo PT Senata Jati Putra, DPRD merekomendasikan Dinas PU untuk meninjau kembali hasil pekerjaan sebelum melaksanakan serah terima barang. Supaya pekerjaan proyek senial Rp 1,8 miliar tersebut tidak menjadi temuan atau masalah di aparat penegak hukum dikemudian hari. “Pemandangannya pun tidak bagus. DPRD menyarankan ke PU untuk meninjau ulang pada waktu pengajuan saat PHO. Ini disebut sudah gagal konstruksi,” tuturnya.

DPRD juga mempertanyakan sistem KSO pengerjaan jalan Hotmix, sebab PT SMS yang notabene memiliki peralatan lebih lengkap melaksankan KSO dengan perusahaan kurang bonafit. Sehingga menimbulkan pertanyaan besar. “Ini ada apa?, setahu saya KSO itu jika perusahaan yang mengajukan penawaran ini tidak memiliki peralatan atau bahan lainnya sehingga KSO dengan perusahaan yang lain.

Sedangkan ini perusahaan pemenang lelang lebih bagus kenapa KSO pekerjaan ke perusahaan dibawahnya,” sebut Andrian.

Beberapa pejabat Dinas PU seperti Beni dan Rudi Haloho ST tak dapat memberikan jawaban atas pertanyaan pimpinan DPRD tersebut. Bahkan Rudi selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pengerjaan jalan hotmix kabupaten 2017 terkesan menghindar saat ditanya menganai permasalahan KSO.

Pimpinan dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kepahiang dibuat geram oleh kontraktor. Pasalnya jalan hotmix Sidodadi – Kampung Bogor, Kepahiang senilai Rp 1,8 miliar yang baru dibangun sudah ditumbuhi rumput liar. Bahkan rumput liar tumbuh dibadan jalan yang baru saja selesai dikerjakan oleh kontraktor PT Sarana Mitra Saudara (SMS) jo Pt Senata Jati Putra tersebut. (320)