Bappeda Benteng Tampung 746 Usulan

Bakti/BE
KONSULTASI PUBLIK : Bupati Benteng, Dr H Ferry Ramli SH MH bersama Kepala Bappeda, Presedium pemekaran Benteng serta Kepala OPD foto bersama usai acara forum konsultasi publik, Kamis (25/2).

BENTENG, BE – Badan Perencanaan dan Pembangunan daerah (Bappeda) Bengkulu Tengah (Benteng), telah menampung sebanyak 746 usulan masyarakat. Terdiri dari 547 usulan yang terangkum dalam Musrenbang 11 Kecamatan dan 199 usulan berasal dari hasil penjaringan anggota DPRD Benteng atau pokok-pokok pikiran DPRD dari 4 daerah pemilihan (Dapil) se-Kabupaten Benteng.

“Usulan dari masyarakat telah kami tampung. Secara keseluruhan, ada 746 usulan masyarakat yang akan dievaluasi, agar dapat masuk kedalam skala prioritas pada 2022,” kata Kepala Bappeda Benteng Nirzawan SH MM.

Menyikapi hal itu, Bappeda Benteng menggelar kegiatan forum konsultasi publik untuk mendapat masukan dan penyempurnaan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2022. Peserta yang diudang presidium pemekaran Kabupaten Benteng, perwakilan OPD, instansi vertikal, TP PKK, Darmawanita, PMI, MUI, Baznaz, KNPI dan seluruh organisasi kemasyarakatan.

“Melalui kesempatan ini, kami ingin mendengar masukan dan saran tentang apa saja yang dibutuhkan masyarakat sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini. Yang jelas, prioritas tahun 2022 masih tetap program yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Benteng, Dr H Ferry Ramli SH MH menegaskan, Pemda Benteng memiliki visi dan misi untuk membangun daerah secepat mungkin. Hanya saja, keterbatasan anggaran membuat realisasi usulan tak bisa diakomodir secara sekaligus. Melainkan, secara bertahap sesuai dengan urutan skala prioritas.

“Perlu diketahui bahwa anggaran yang tersedia sangat kecil. Sebab itulah, Kepala OPD harus kreatif, inovatif dan jeli mencari peluang anggaran dari Pemerintah Pusat. Siapa tau, ada program pusat yang sejalan dengan program Pemda Benteng,” tegas Bupati. (135)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*