Banyak Proyek Gagal di Bengkulu, RM: Pembangunan Perlu Kajian Matang

RM Saat blusukan ke bangunan stasiun tanpa rel di Pulau Baai
RM Saat blusukan ke bangunan stasiun tanpa rel di Pulau Baai

Foto – Rio Susanto

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Calon Gubernur nomor urut 1 Ridwan Mukti (RM) hari ini, Senin (23/11/2015) melakukan blusukan ke lima tempat bangunan mega proyek Provinsi Bengkulu, View Tower Kampung Bali, terowongan Benteng Marlborough, Mess Pemda, Jembatan Muara Dua dan Stasiun tanpa rel Pulau Baai Kota Bengkulu. Dari hasil kunjungan tersebut ditemukan beberapa pembangunan di Provinsi Bengkulu yang mubazir dan gagal total. Bahkan bangunan stasiun tanpa rel yang didirikan di kawasan Pulau Baai tersebut dinilai RM tidak masuk akal alias proyek khayalan.

“Kalau kita lihat view tower tadi dan juga terowongan semuanya tidak berfungsi. Ini jelas mubazir sedangkan masyarakat kita di desa-desa serba kesulitan. Sementara dana milyaran diperuntukkan untuk proyek-proyek mercusuar. Padahal proyek seperti ini pihak swasta saja sanggup asal diberi izin dan diberikan kemudahan-kemudahan,” katanya.

Untuk bangunan stasiun tanpa rel di Pula Baai yang terbengkalai, dinilai RM sebagai proyek khayalan karena tidak dirancang dengan matang. Dikatakannya, suatu pembangunan seharusnya dilakukan studi teknis terlebih dahulu. Kemudian dilakukan uji kelayakan tempat yang akan dibangun barulah dilakukan studi keuangan. Agar proyek yang menggunakan uang negara ini tidak mubazir.

“Jangan asal terpikir saja langsung bangun. Perlu kajian dulu,” tegasnya.

Lanjut RM, agar tidak mubazir, studi teknis pembangunan sendiri harus menghimpun para ahli atau para pakar terlebih dahulu. Sehingga dapat diketahui dalam kajian tersebut, teknologi apa yang harus digunakan dalam pembangunan mega proyek.

“Bukan hanya itu, dalam pengelolaannya seharusnya diserahkan saja ke pihak swasta. Sehingga bila terjadi kegagalan dapat dilanjutkan kembali kepada pihak swasta lain untuk dilimpahkan. Hal itu untuk mengantisipasi resiko kegagalan yang terjadi. Tidak seperti saat ini, sebagai contoh, Stasiun kereta api, relnya tidak ada,” cetus RM.

RM juga menegaskan bahwa pembangunan mega proyek yang gagal total tersebut, seharusnya anggaran yang menghabiskan uang negara miliaran rupiah tersebut dialihkan untuk masyarakat pedesaan. Sehingga masyarakat dapat merasakan dampak ril terhadap anggaran negara tersebut.

“Ya kalau hanya mengambur-hamburkan uang negara untuk apa dilakukan, bila outputnya tidak ada untuk masyarakat. Karena kita lihat dari blusukan yang kita lakukan selama kampanye, masih banyak desa-desa tertinggal. Infrastruktur jalan banyak tak memadai, bila anggaran besar tersebut dialihkan untuk infrastruktur jalan, maka ekonomi masyarakat bisa dipastikan akan meningkat. Itu yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah,” pugkas RM. (Dil)