Banyak Mahasiswa Berstatus Kupu-Kupu Mati

(Rahasia Menjadi Mahasiswa Sukses Luar biasa)
Hingga saat ini banyak mahasiswa belum sadar dan memiliki visi yang jelas selama menjalani kuliah di kampusnya masing-masing. Dampaknya, mahasiswa-mahasiswa tersebut kuliah dengan motivasi yang rendah. ‘’Saya punya istilah untuk mahasiswa model ini, yakni Kupu-Kupu alias kuliah-pulang, kuliah pulang. Atau lengkapnya Kupu-Kupu Mati yakni singkatan dari kuliah-pulang, kuliah-pulang, makan tidur,’’ tegas dosen IAIN Bengkulu, Ahmad Farhan, SS. M.Si saat memberikan materi pada kegiatan Seminar Menjadi Mahasiswa Sukses Luar Biasa yang digelar Forum Pemuda Masjid Al-Furqon (FOPMA) IAIN Bengkulu.

Pada kegiatan yang diikuti 350 mahasiswa semester 1 dan 3 IAIN Bengkulu tersebut, mahasiswa model Kupu-Kupu Mati ini akan cenderung menjadi mahasiswa biasa-biasa saja. Pasalnya saat menjadi mahasiswa, merupakan waktu yang sangat tepat untuk belajar. Ia memberi contoh tife mahasiswa lainnya yakni mahasiswa Kuda-Kuda dan Kura-Kura. Mahasiswa Kuda-kuda artinya mahasiswa yang kuliah-dakwah, kuliah dakwah, alias memanfaatkan waktu disela-sela kuliah dengan berdakwah. Sedang Mahasiswa Kura-kura adalah mahasiswa yang disela kesibukannya, sibuk rapat baik di organisasi mahasiswa di intra kampus maupun ekstra kampus. Bila kedua tife mahasiswa ini bisa mengoptimalkan waktunya untuk belajar dakwah ataupun belajar berorganisasi, maka hal itu dapat menjadi bekal mereka mengarungi kehidupan bermasyarakat.

Dosen yang 7 tahun menimba ilmu di Yogyakarta ini memberikan beberapa tips untuk dapat menjadi mahasiswa yang sukses luar biasa. ‘’Langkah pertama adalah mengenali potensi dan spesialisasi yang dimiliki oleh mahasiswa. Potensi umum mahasiswa yakni memiliki fisik yang tangguh, fasilitas memadai, obyektif dan rasa solidaritas yang tinggi. Sedang potensi kecerdasan individu meliputi potensi kemampuan bahasa/linguistik, matematika/logis, kemampuan menulis, kemampuan seni dan olahraga dan lain-lain. Dengan mengetahui kemampuan, dapat lebih mudah mengembangkan potensi tersebut yakni dengan latihan dan terus mengasahnya,’’ tegasnya.

Strategi kedua, tentukan tujuan cita-citamu. Apakah kuliah untuk mencari ilmu, kuliah berorientasi bekerja atau prestasi, atau kemungkinan lainnya, kuliah untuk sekedar cari jodoh. ‘’Bila sudah tahu kelebihan diri, dan menentukan cita-cita, maka fokuslah pada keduanya,’’ jelasnya.

Untuk bisa fokus pada kedua hal tersebut, jelas tidaklah mudah. Pasti banyak hambatan dan masalah yang menghadang. Baik dari internal diri, maupun dari eksternal. Untuk itu strategi yang ketiga adalah, atasi segala hambatan dan problem tersebut. ‘’Kalau selama ini kita dikenal senang Badus – balik dusun—ubahlah. Bukan tidak boleh, tapi pilihlah waktu yang tidak mengganggu perkuliahan untuk Badus. Kalau selama ini, kuper, mulailah menjalin komunikasi dengan sekitar. Kalau selama ini berstatus mahasiswa sibuk, saat kuliah sibuk di rumah, waktu kuliah sibuk di kantin, sehingga meraih gelar mahasiswa abadi, maka segeralah insyaf. Jika Anda masuk katagori mahasiswa hedonis, kuliah hanya untuk hura-hura, berpakaian ala model di kampus, pulang kuliah setiap hari nongkrongnya di mall atau pantai, maka mulailah dikurangi,’’ ungkapnya.

Strategi ke-4, perbanyak bekal untuk masa depan. Bekal yang diperlukan meliputi kecerdasan spiritual, memiliki mental pembelajar (jangan berhenti belajar), skill komunikasi (pandai komunikasi lisan maupun tulisan), penguasaan bahasa dan teknologi, aktif diorganisasi dan terus membangun jaringan.

Dalam seminar tersebut, tampil 3 pembicara. Dua pembicara lainnya adalah Pimpinan perusahaan Bengkulu Ekspress, M. Firdaus dan mantan Ketua FOPMA, Heri Putra Effendi, S.SosI. Acara digelar di auditorium IAIN Bengkulu.(**)