Banyak Korban KDRT Seluma Tak Melapor

Pemateri menyampaikan materi pendidikan pencegahan KDRT.

TAIS, bengkuluekspress.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kabupaten Seluma mencatat sebanyak 30 laporan korban kekerasan dalam rumah tangga sudah terjadi. Dan banyak diantara korban itu memilih untuk tidak melaporkan hal tersebut ke kepolisian.

“Dari beberapa kasus KDRT sebagian besar korban KDRT tidak mau melapor dengan berbagai alasan. Padahal kita dinas siap memberikan pendampingan dan mediasi,” tegas Sekretaris P3APPKB Seluma, Drs Amri MPd melalui Kabid Pemberdayaan Perempuan, Yulian Sulaiman SIP MAP kepada BE.

Dijelaskan, sampai November ini, baru 5 kasus yang berujung pada pelaporan ke kepolisian. Sedangkan lainnya tidak dilaporkan dengan alasan masih ketergantungan pada pelaku. Serta permasalahan KDRT masih berstatus aib bagi keluarga perempuan maupun laki laki. Ditegaskan, timbulnya KDRT ini sendiri juga disebabkan berbagai faktor. Salah satunya kemiskinan lah yang membuat terjadinya KDRT tersebut.

“Alasan korban KDRT masih ketergantungan pada pelaku dan masih mempertahankan keutuhan rumah tangga lah yang menjadi alasan tidak melapor,” sampainya.

Ditambahkan, hingga saat ini, dinas khususnya bidang pemberdayaan perempuan sudah mendampingi beberapa korban KDRT tersebut dengan memberikan bantuan serta pemberdayaan ekonomi melalui penumbuhan usaha berskala kecil. Dengan bentuk memberikan bantuan modal usaha sehingga mereka yang benar benar mengalami dan dampak KDRT bisa terbantu untuk menopang kebutuhan sehari hari.

“Tahun ini sudah 8 orang yang kita berikan bantuan modal usaha kecil. Ini bagian dari pendampingan yang dilakukan. Serta mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak,” sampainya singkat. (333)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*