Banyak Anak Banyak Rezeki, Kuno

PONDOK KELAPA, BE- Dalam acara pencanangan kesatuan penggerak PKK dan Penutupan Manunggal TNI tingkat provinsi kemarin berlangsung di lapangan Pekik Nyaring Pondok Kelapa. Acara ini dihadiri Plt Gubernur H Junaidi Hamsyah, Bupati Bengkulu Tengah Ferry Ramli, SH dan Bupati Lebong H Rosjonsyah Syahili, SIP, Danrem Gamas 0407 kol Inf B Teguh Pambudi, Sekda Drs H Darmawan Yakoeb MH beserta jajaran pemerintahan lainnya. Dalam acara yang dibuka langsung Ny Horniati Junaidi Hamsyah, selaku Ketua TP PKK Provinsi Bengkulu ini, Plt Gubernur Junaidi Hamsyah ikut menyerahkan 3 jenis tanaman. Yakni bibit Pohon Belimbing, Jambu dan tanaman lainnya . Selain penyerahan secara simbolis 3 bibit itu, Plt  Gubernur Junaidi Hamsyah juga menyerahkan hadiah buku kepada siswa SDN 1 Pekik Nyaring, atas prestasi yang dicapainya.

Terkait pencanangan Kesatuan PKK Provinsi Bengkulu, yang dikomandoi BPPKB Provinsi Bengkulu, Plt Gub mengungkapkan agar masyarakat memahami maksud program KB (Keluarga Berencana) yang digalakkan pemerintah. Dalam pidatonya,  Junaidi Hamsyah menyampaikan pesan pemerintah tidak melarang warga yang ingin memiliki anak lebih dari 2. Namun tujuan program itu agar dimaknai masyarakat memperhatikan pembiayaan dan kesejahteraan hidup keluarga dan anaknya. “Tidak ada yang melarang anak banyak, namun tujuan pemerintah agar kemiskinan dapat ditekan. Juga kesejahteraan masyarakat dapat terjaga,” kata Plt.

Senada juga disampaikan Bupati Bengkulu Tengah Ferry Ramli, SH, mitos banyak anak banyak rezeki harus dihilangkan. Karena zamn sekarang mitos ini tak berarti lagi. Dengan sedikit anak, lebih mudah dikontrol dan dijaga. “Saya sependapat bahwa sekarang bukan lagi jaman dulu, banyak anak banyak rezeki. Jumlah kelahiran anak harus bisa dikendalikan,” kata Ferry.

Kepala BPPKB Dra Yulia Faridah mengatakan kegiatan ini cukup sukses dilaksanakan di Benteng. Mengingat di kabupaten lain tak begitu antusias. Sayangnya, beberapa tamu undangan dari kabupaten tetangga tak hadir dalam acara yang dihadiri langsung Plt Gub H Juandi Hamsyah itu. “Ini acara TP PKK Provinsi Benteng ditunjuk sebagai tuan rumah, ya cukup sukses, meski di daerah lain tak seramai ini,” kata Yulia.
Acara diisi dengan pagelaran seni kuda kepang desa Pekik Nyaring, tarian tradisional SMPN 1 Taba Penanjung, Aksi Drum Band SDN 1 Pekik Nyaring, Pondok Kelapa, serta hiburan lainnya. Acara berlangsung di 2 tempat, yakni di lapangan bola kaki desa Pekik Nyaring dan Aula Kantor Camat Pondok Kelapa.

Plt Gub “Dikejar” Kuda Kepang
Acara Pencanangan Kesatuan PKK dan Penutupan TNI Manunggal itu menuai inseden. Plt Gubernur Junaidi Hamsyah,M.Pd yang menghadiri acara itu sempat dikejar oleh salah satu anggota kesenian kuda kepang yang tengah kerasukan. Saat kesenian Kuda Kepang itu beratraksi dalam acara tersebut. Beruntung tidak terjadi apa-apa terhadap  Plt Gubernur Junaidi Hamsyah. Karena Anggota Kuda Kepang itu langsung dihalangi oleh Pegawai Protokol Pemprov, yang meloncat ke arah Junaidi Hamsyah.Namun sikap pegawai protokol itu justru menuai protes dari Pimpinan Kuda Kepang tersebut.

“Tadi anggota saya cuma mau salaman dengan Plt Gub. Makanya ia meluncur ke arah panggung, memang biasanya kalau ada acara anggota pasti menyalami. Namun tadi justru dianggap mau menyerang dan anggota kesenian saya justru dipukul,” ungkap Rio, Pimpinan Kesenian Kuda Kepang.
Menurut Rio, seharusnya pihak protokol tidak langsung memukul anggotanya.  Sehingga memicu emosi anggota Kuda Kepang lainnya. Meski akhirnya tindakan itu dianggap selesai, namun Rio menyesalkan tindakanmain hakim sendiri itu. “Kami kurang terima jika diperlakukan begitu karena anggota kami juga sewaktu berlari ke arah Plt Gub tidak sadar, mestinya dihadang saja jangan dipukul,” kata Rio.

Atraksi Kuda Kepang itu berseberangan dengan lokasi Plt Gub H Junaidi Hamsyah, Bupati Bengkulu Tengah Ferry Ramli, SH, Bupati Lebong, H Rosjonsyah Syahili, SIP dalam acara tersebut. Rombongan Plt Gubernur Junaidi Hamsyah saat bersenandung di atas panggung. Sedangkan kuda kepang tampil berhadap-hadapan dalam jarak sekitar 50 meter. Saat Plt Gub usai menuntaskan 1 lagu dan hendak menyumbang 1 lagu lagi, tiba-tiba dari arah seberang salah satu anggota kesenian Kuda Kepang, berlari dan mengarah ke panggung para pucuk pimpinan. Anggota yang diketahui bernama Wahyu itu, bahkan sempat menerabas baris pengamanan satpol PP dan langsung tiba di hadapan Plt Gub. Seorang petugas Satpol PP lantas menangkap anggota kesenian itu kemudian menariknya ke bawah panggung.

“Tadi sempat dipukul petugas, karena spontan demi pengamanan, seharusnya pihak kuda kepang memberi tahu ada anggota yang ingin bersalaman, bukan nya langsung berlari dari kejauhan, karena memang aturan prokolernya begitu, saya maklumi tindakan petugas protokol,” ujar seorang anggota Koramil, R Sepridian.

Kabag Humas dan Protokol Drs Budi Arif Setiawan, menyatakan masalah itu bukan hal besar sehingga pihaknya meminta agar tidak dipolemikkan, karena hal itu murni tindakan spontanitas protokoler. “Tolong jangan dipolemikkan, itu biasa saja,” pintanya.
Plt Gubernur Junaidi Hamsyah sendiri tidak mempermasalahkan inseden itu.
Tak lama usai insiden itu, Plt Gub tetap berdendang bersama para bupati, kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama. (122)