Bantuan Sapi Disnakprov Diduga Ditilep

sapi bantuan jerangla rendah manna
MANNA, BE – Warga Desa Jeranglah Rendah Kecamatan Manna, Bengkulu Selatan (BS) yang tergabung dalam kelompok tani  Serantap Jaya resah. Pasalnya mereka merasa ditipu oleh ketua kelompok tani mereka sendiri.
Sebab dari 24 ekor sapi bantuan  yang diterima kelompok tani, hanya 11 ekor yang diserahkan kepada anggota. Sedangkan sisanya masih di tangan sang ketua kelompok tani.
“Kami saat ini mempertanyakan kemana 13 ekor lagi sisa sapi bantuan tersebut,” tanya Toni (35), didampingi Arudin (40) dan Helman (38),  kepada BE kemarin.
Menurut Toni, adanya bantuan tersebut berawal dari keinginan warga untuk membuat kelompok tani pada sekitar bulan Februari 2014 lalu. Sang ketua kelompok tani itu yakni  Minudi meminta kepada anggota untuk mengumpulkan uang Rp 500 ribu per orang kepada sang ketua. Uang tersebut akan digunakan untuk administrasi. Sebab menurut Minudi akan ada bantuan sapi bali dari Dinas Peternakan Provinsi Bengkulu. Adapun jumlah bantuan sapi itu satu orang satu ekor. Sehingga karena anggota kelompok sebanyak 24 orang, maka jumlah bantuan sapi bali pun sebanyak 24 ekor. Setelah itu Maret 2014 sang ketua kembali meminta tambahan biaya pengurusan  bantuan itu kepada anggota kelompok  Rp 500 ribu per orang. Sehingga total uang yang diserahkan kepada sang ketua sebesar Rp 1 juta perorang.
“Saat bantuan sapi turun ternyata yang kami dapat hanya sapi lokal dan jumlahnya pun hanya 15 ekor,” imbuh Toni.
Sambung Toni lagi, setelah sapi itu tiba di desanya, kemudian 2 ekor diambil oleh pengurus kelompok, kemudian 2 ekor lagi sebagaimana keterangan ketua kelompok untuk diserahkan kepada oknum PNS di Dinas Pertanian BS. Namun karena oknum  PNS ini akan pindah tugas, kemudian kedua ekor sapi itu  dijualkan kembali dan dibeli oleh anggota kelompok  atas Nama Anton dan  Mardi masing-masing satu ekor dengan menyerahkan uang kepada oknum PNS di Dinas Pertanian BS sebesar Rp 3 juta per ekor.
“Dengan hanya 11 ekor yang kami terima, artinya setiap satu ekor dipelihara 2 orang anggota.  Padahal sebelumnya dijanjikan satu anggota satu ekor sapi,” tambah Toni.
Setelah itu, sambung Toni, 11 ekor sapi itu pun dibagikan kepada 22 anggota kelompok untuk dipelihara masing-masing. Kemudian dia dan anggota kelompok yang lain mempertanyakan kepada ketua kelompok. Namun saat itu dijawab oleh ketua kelompok 9 ekor sapi yang belum turun itu milik orang dinas, sehingga tidak bisa diserahkan kepada anggota kelompok  tani.
“Kata ketua dari 24 sapi bantuan itul, 2 untuk PNS Dinas Pertanian BS dan 9 lagi untuk orang dinas namun ketua tidak menyebutkan dinas mana,” tandas Toni.
Sementara itu,  Ketua Kelompok Tani  Serantap Jaya, Minudi kepada BE kemarin membenarkan jika kelompok tani yang dipimpinnya itu mendapat bantuan sapi. Hanya saja bukan sapi bali sebagaimana yang dijanjikannya tetapi sapi lokal. Hal itu pun ditentukan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu selaku pemberi bantuan.
Jumlah bantuan sapi itu sebanyak 24 ekor, namun baru 11 ekor yang sudah diserahkan kepada petani dan 13 lagi masih ditahannya di tempat pemeliharaan Desa Padang Gilang.
Dia menbantah jika ke-13 sapi itu untuk dirinya sendiri. Namun  saat ini masih ditahan karena menunggu hasil pemeriksaan dari Dirjen Peternakan.
“Saat ini 13 sapi masih kami karantina, dan pembagiannya setelah diperiksa orang pusat, namun itu pasti kami serahkan kepada semua anggota dan tidak akan kami tahan, jika nanti sudah diperiksa,” terang Minudi.(369)