Bantuan P2L di Benteng Berorientasi Bisnis

Bakti/BE
Orientasi Bisnis : Kepala DKPP Benteng, Dra Hj N Yuhannah MM didampingi Kasi di DKPP menerangkan bahwa P2L tahun 2021 berorientasi bisnis.

BENTENG,bengkuluekspress.com – Berbeda dengan bantuan yang telah disalurkan sebelumnya, penyaluran bantuan kepada kelompok wanita tani (KWT) pada tahun ini berorientasi bisnis. Artinya, bantuan yang disalurkan diharapkan mampu berkembang dan menjadi sumber penghasilan bagi anggota KWT. Selain dapat menjadi penghasilan tambahan, bantuan dari program pekarangan pangan lestari (P2L) dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI tersebut diharapkan bisa terus berkembang dan berkesinambungan. “Nominal bantuan masih sama, yaitu sebesar Rp 60 juta untuk setiap KWT,” kata Kepala DKPP Benteng, Dra Hj N Yuhannah MM.

Yuhannah menjelaskan, sebelumnya bantuan ditekankan pada pemanfaatan hasil menjadi makanan lokal. “Ditengah Pandemi Covid-19, bantuan difokuskan pada pemulihan ekonomi masyarakat,” jelasnya. Sesuai ketentuan, KWT penerima harus sudah teregistrasi dan memiliki lahan seluas kurang lebih 400-500 meter persegi untuk demplot pembibitan. Penyaluran dana bantuan akan dilakukan bertahap, sebanyak 3 kali. Peruntukannya, yaitu untuk pembuatan kebun bibit, penyediaan pertanaman anggota serta pembelian sarana dan prasarana pendukung peralatan. Ditahun 2021 ini, dipastikan ada 3 kelompok yang menerima bantuan. Hanya saja, saat ini belum ditetapkan siapa KWT yang beruntung. DKPP masih melakukan pengecekan terhadap calon penerima dan calon lokasi (CPCL). “Kami sudah melakukan kunjungan ke 5 KWT untuk mencari kriteria yang tepat sebelum nantinya direkomendasikan ke Provinsi, ” tutupnya. (135)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*