Bank Mulai Naikkan Bunga Kredit

 Nasabah Lama KPR Juga Bakal Terkena

JAKARTA – Kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate secara berturut-turut langsung direspons perbankan. Beberapa bank besar pun berancang-ancang dan bahkan telah menaikkan bunga kreditnya. Kenaikannya dijaga di kisaran 0,25 hingga 0,5 persen.

Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Henry Koenaifi menjelaskan, sejak awal Juli ini, KPR (kredit pemilikan rumah) BCA telah efektif menerapkan kenaikan bunga sebesar 0,5 persen.

“Jadi untuk bunga KPR dengan tenor 2-3 tahun yang sebelumnya dipatok bunga 7,5 persen, kini naik 8 persen,” ungkapnya.”

Sementara untuk bunga kredit kendaraan bermotor (KKB), BCA memilih kenaikan tipis sekitar 0,25-0,3 persen.

“Kalau KKB itu flat. Jadi kenaikannya tipis. Dan kalaupun ada faktor kenaikan harga BBM, belum berdampak terlalu besar,” jelasnya.

Sementara itu, Consumer Lending Head CIMB Niaga Tony Tardjo mengatakan, pihaknya lekas mengkaji kebijakan otoritas moneter yang menaikkan suku bunga acuan di level 6,5 persen.

“Internally sedang kami review. Apa action ke depan yang harus dilakukan CIMB,” ungkapnya.

Terkait dengan peluang kenaikan bunga KPR dan bunga KKB, ia tak menampik kebijakan tersebut bakal diambil oleh CIMB. Akan tetapi, pihaknya masih akan tetap melihat bagaimana langkah kompetitor, dan pergerakan bank-bank lainnya dalam merespons kenaikan BI Rate.

“Ada kemungkinan kenaikan juga. Kami masih benar-benar me-review. Minggu depan akan kami umumkan,” paparnya.

Namun ia memerinci, kalaupun ada kenaikan bunga kredit, pihaknya memastikan tidak akan terjadi pada nasabah lama kredit otomotif. Hal ini lantaran bunga KKB yang diberikan kepada customer adalah fixed.

Sedangkan untuk nasabah lama KPR menerima suku bunga tidak tetap atau floating. “Jadi kalau untuk KPR akan kami sesuaikan dua-duanya (bunga lama dan baru). Kalau auto (KKB) tidak bisa,” terangnya.

Ditinjau dari target perseroan, kenaikan suku bunga acuan BI juga berpotensi memacu revisi target perolehan dana kredit. “Pertumbuhan kredit hingga akhir semester pertama ini sesuai target. Tapi semester kedua harus dilihat lagi. Sejauh apa kebijakan BI ini membuat situasi berubah,” paparnya.

Hingga akhir paro pertama 2013, CIMB membukukan kredit KPR sebesar Rp 22,5 triliun, dari target tahunan mencapai Rp 25 triliun. KPR CIMB Niaga sendiri fokus ke segmen rumah menengah ke atas. (gal/sof