Bank Diminta Permudah Pinjaman KUR

EKO/BE
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memimpin rapat koordinasi TPID se-Provinsi Bengkulu, Senin (20/1).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) belum banyak dinikmati masyarakat Bengkulu, khususnya para petani. Untuk itu, Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah meminta Bank Indonesia (BI), untuk mengandeng bank penyalur KUR melakukan jemput bola kepada masyarakat untuk mempermudah memberikan pinjaman KUR.

“Tadi sudah disepakati. Kalau di pusat persawahan, bank itu datang ke persawahan. Kalau di pusat perkebunan, ya datang ke petani,” ujar Rohidin kepada BE usai menggelar rapat koordinasi tingkat pimpinan TPID se-Provinsi Bengkulu, di ruang rapat lantai 3 Kantor Gubernur Bengkulu, kemarin (20/1).

Dikatakannya, jemput bola ini dilakukan memang penting dilakukan. Sebab, para petani bisa ditanya, berapa modal usaha yang bisa diberikan melalui KUR. Karena selama ini, KUR sulit sampai ke masyarakat kecil. “Saya kira ini langkah yang bagus. Karena pinjaman di bawah Rp 25 juta sampai Rp 30 juta itu tanpa anggunan. Selama ini, petani kita sering kena rentenir untuk modal usaha,” jelasnya.

Petani, menurut Rohidin, harus memanfaatkan program KUR ini. Karena bunga KUR sendiri sangat rendah. Apalagi tahun ini, bunga KUR mengalami penurunan hanya sekitar 0.2 persen sehingga tidak terlalu memberatkan masyarakat yang ingin meminjam KUR. “Petani ini sulit mengakses dimana sumber dananya. Padahal sesungguhnya mudah,” tegas Rohidin.

Rohidin menegaskan, langkah seperti ini terus dilakukan. Hal ini dilakukan agar nilai inflasi Bengkulu yang menjadi daerah paling rendah inflasinya bisa dipertahankan. Karena dapat berdampak kepada daya beli masyarakat. Dengan demikian, angka kemiskinan menjadi turun. “Bupati/walikota nanti bisa membuat program yang bisa menurunkan angka inflasi di daerah masing-masing,” kata Rohidin.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Joni Marsius mengatakan, selama ini UMKM dan petani Bengkulu banyak masalah terkait pendanaan. “Ya kita diminta untuk membuat strategis, untuk panyaluran KUR,” ujar Joni. Untuk saat ini, BI masih menunggu plafon KUR yang akan didapatkan untuk Bengkulu. Kemudian nanti akan dipetakan, dimana dan bank mana saja yang ditunjuk untuk penyaluran KUR.
“Nanti kita akan percepatkan penyaluran KUR ini. Kita juga masih menunggu plafon KUR dari pusat,” terangnya.

Dalam mempertahankan inflasi yang cukup bagus untuk Bengkulu, Joni mengatakan, gubernur melalui TPID telah membuat lomba kepada semua TPID kabupaten/kota untuk membuat inovasi penurunan inflasi. Mulai dari ketersediaan, keterjangkauan, komunikasi dan kelancaran. “Ini juga inovasi dari pak gubernur, yang kita dukung. Karena nanti ada hadih yang akan diberikan,” pungkas Joni. (151)