Bank Bengkulu Gelar Coffe Morning

-HL
ERICK/BE
FOTO BERSAMA : Direktur Utama BaBe, Agus Salim SE ME bersama direksi, Bupati Lebong H Rosjonsyah Sip MSi, Ketua DPRD Lebong Carles Ronsen dan Kepala Cabang Babe MaMan, Syefrizal Sahpony SE MM berfoto bersama pada acara coffe morning. Selain itu, Babe MaMan bersama Pemda Lebong dalam hal ini BKD menandatangani PKS OPD non tunai dalam acara coffe morning, kemarin (10/09).

Bersama Legislatif dan Eksekutif

LEBONG, BE – Guna mempererat dan terus menjalin silahturahmi, Bank Bengkulu Cabang Muara Aman (Babe MaMan) melaksanakan coffe morning dan audensi bersama pihak legislatif dan eksekutif Lebong. Selain itu, juga dilaksanakan penandatangan perjanjian kerja sama (PKS) OPD non tunai antara Kepala Cabang Babe MaMan, Syefrizal Sahpony SE MM dengan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Lebong, Wuwun Mirza ST M. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula Pemda Lebong, kemarin (10/09).

Hadir dalam acara itu, Direktur Utama Bank Bengkulu, Agus Salim SE ME bersama unsur pimpinan, Bupati Lebong H Rosjonsyah SIP, unsur pimpinan Pemkab Lebong, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua DPRD Lebong Carles Ronsen beserta anggota DPRD Lebong yang baru priode 2019-2024 serta tamu undangan lainnya.

Dikatakan Direktur Utama Bank Bengkulu, Agus Salim SE ME coffe morning yang dilaksanakan merupakan gagasan dari pemegang saham Bank Bengkulu, yaitu salah satunya Bupati Lebong H Rosjonsyah SIp MSi, agar Bank Bengkulu semakin dekat dengan pemerintah daerah.

“Makanya kami adakan kali ini demi untuk mensinergikan antara Bank Bengkulu dengan pemerintah,” jelasnya, kemarin (10/09).

Jika kedekatan terus terjalin, maka nantinya akan saling mengetahui apa tujuan maupun manfaat dari Bank Bengkulu. Sehingga suport secara terbuka dari pihak Pemda dan pihak legislatif akan semakin jelas.“Untuk itulah kedekatan harus bisa terus dijalin,” ucapnya.

Apalagi kedepan (paling lama tahun 2021) Bank Bengkulu ingin menjadi bank buku 2, sehingga suport dari Pemda dan legislatif sangatlah diharapkan. Dimana jika nantinya Bank Bengkulu menjadi bank buku 2, maka aktifitas bank Bengkulu bisa luas lagi dari saat ini yang masih sebatas bank buku 1.“Sehingga aktifitas internet banking masih terbatas, masalah devisa ataupun kartu kredit belum bisa,” ucapnya.

Saat ini Pemda Lebong telah memiliki saham di Bank Bengkulu sebesar Rp 20 miliar lebih atau urutan pemegang saham tertinggi nomor 3 se-Provinsi Bengkulu. Akan tetapi hal tersebut bisa meningkat, jika kedepan Pemda Lebong kembali menanam saham ke Bank Bengkulu.“Dengan demikian, mewujudkan Bank Bengkulu menjai bank Buku 2 akan semakin terbuka,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Lebong, H Rosjonsyah SIp MSi mengatakan, bahwa saat ini kabupaten Lebong menjadi pemegang saham nomor 3 se-Provinsi Bengkulu dan itu meningkat dari tahun sebelumnya berada di nomor 6.“Ini setelah kita kembali menamam modal sebesar Rp 5 miliar,” ucapnya.

Akan tetapi meskipun telah menjadi pemegang saham urutan nomor 3 se-Provinsi Bengkulu, Bupati berharap, kedepan kabupaten Lebong bisa menjadi Kabupaten pemegang saham urutan nomor 2. Untuk itulah dirinya meminta kepada semua pihak untuk bisa saling mendukung agar bisa terwujud.“Kenapa tidak, kita bisa menjadi pemegang saham Bank Bengkulu, minimal pemegang saham nomor 2,” ucap Bupati.(614/krn)