Bank Bengkulu Butuh Suntikan Modal

BENGKULU,BE – Dibaratkan kendaraan bagus, tetapi kekurangan bensin. Itulah kondisi PT Bank Bengkulu saat ini, seperti diungkapkan Pemimpin Bank Indonesia (BI) Causa Iman Karana. Sangat disayangkan Bank Bengkulu yang kondisinya sehat tetapi kekurangan permodalan. Ini perlu mendapatkan perhatian para pemegang saham agar menambah modal. ” Bank Bengkulu masih tergantung dengan permodalan Pemda. Agar Dirut (Wimran Ismaun) melakukan inovasi, dengan menambah permodalan dari pihak lain, serta mengurangi ketergantungan dengan Pemda,” kata Iman, dalam acara pelantikan Direktur Utama Bank Bengkulu periode 2012-2016. Ia mengatakan pada tahun 2009 Bank Bengkulu mengalami masa sulit, tetapi pada tahun 2010-2012 mengalami perkembangan yang positif. Penambahan aset PT Bank Bengkulu mencapai 36,9 %. Tetapi di tengah perkembangan perbankan yang ada di Bengkulu, bila tidak ada penambahan modal dikhawatirkan kalah bersaing dengan bank-bank lainnya yang sangat cukup modal. “Paling tidak perlu tambahan miliaran. Alhamdulillah, Rp 1,6 miliar tambahan dari Pemda Kaur tahun 2012. Mohon pemegang saham dapat peningkatkan permodalannya,” kata Iman.

Bank Bengkulu membutuhkan tambahan modal sebanyak Rp 35 miliar dari pemegang saham, Pemerintah Provinsi dan Pemkot serta Pemkab. Dividen yang dibagikan kepada pemegang saham seharusnya dimasukkan kembali sebagai penyertaan modal. ” Tidak hanya dividen, tetapi kami membutuhkan fresh money (uang segar) dari Pemda. Tetapi selain mengandalkan dari Pemda, saya akan berupaya menjacari modal dari alternatif lain,” kata Wimran Ismaun. Ia mengatakan tahun 2010 lalu, Bank Bengkulu memperoleh laba sebesar Rp 98 miliar sebagai deviden. “Kami membukukan laba sebesar Rp 98 miliar,” katanya. Pada 2008 PT Bank Bengkulu menyumbang dividen Rp12,2 miliar untuk Provinsi Bengkulu dan meningkat menjadi Rp 13 miliar pada 2009 dan disertakan kembali menjadi penyertaan modal daerah di Bank tersebut pada 2010. Selain itu, aset Bank Bengkulu lebih dari Rp 2,4 triliun, dan jumlah modalnya sebesar Rp 116 miliar dengan pemegang saham terbesar adalah pemerintah Provinsi Bengkulu sebesar 40 persen. Sedangkan modal intinya adalah Rp 200 miliar. Plt Gubernur H Junaidi Hamsyah SAg MPd mengatakan Pemprov Bengkulu akan berupaya melakukan penambahan modal terhadap Bank Bengkulu. ” Insya Allah, tadi saya bicara dengan Waka DPRD kita, beliau setuju. Nanti kita lihat apakah penambahan dari deviden kita kembalikan lagi,” ujarnya.

3 Komitmen

Sebelumnya Wimran Ismaun kembali dilantik sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Bank Bengkulu periode 2012-2016. Pelantikan dilakukan Komisaris Utama Independen Drs H Ruslan Riza di Hotel Nala Pantai panjang, dihadiri oleh Plt Gubernur H Junaidi Hamsyah, dan Bupati/ Walikota. Dalam pelantikan itu ditekankan 3 komitmen Wimran Ismaun sebagai Dirut yang menjabat 2 periode itu, antara lain pertama memperbaiki pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia) dengan melakukan perekrutan yang baik. Kedua penambahan permodalan yang tidak hanya mengandalkan Pemda saja melainkan mencari alternatif permodalan lainnya. ” Dengan keterbatsan APBD kita cari alternatif lain, tapi belum kita sampaikan. Kita harus merekrut SDM melalui lembaga yang betul betul independen,” kata Direktur Utama Bank Bengkulu Wimran Ismaun. Dan ketiga, mengenai jaringan kantor, perlunya penambahan Capem dan kantor Cabang. ” Agar pelayanan bisa dengan mudah diakses masyarakat,” tambahnya.(100)