Banjir, Pemerintah Jangan “Tutup Mata”

CURUP, BE – Intensitas hujan diperkirakan akan terus terjadi hingga akhir Desember 2012. Malangnya, hujan deras yang sering terjadi membuat sejumlah kelurahan di kecamatan Curup Kota dan Curup Tengah, Khususnya Kelurahan Timbul Rejo dan Kelurahan Talang Rimbo Baru terus dilanda banjir dadakan.

Mirisnya lagi, kendati air kerap menggenangi puluhan rumah warga dan beberapa ruas jalan, namun, belum tampak adanya upaya yang dilakukan dinas

Instansi terkait dan pemerintah daerah untuk mengatasi banjir dadakan yang terjadi setiap kali hujan deras mengguyur Bumei Pat Petulai ini.

Dikonfirmasi, Jumat (23/11), Kepala Bidang Cipta Karya DinasPekerjaan Umum Rejang lebong, Ir Fitriningsih mengakui soal banjir dadakan yang
kerap membuat puluhan rumah digenangi air.

Hanya saja, upaya untuk mengatasi Banjir di penghujung tahun 2012 ini tidak akan terlaksana, sebab, saat ini pihaknya tidak memiliki sedikitpun dana untuk melakukan upaya penanggulangan. “Tahun ini kami tidak ada dana rutin, sehingga tidak bisa melakukan upaya apapun untuk menanggulangi banjir
dadakan tersebut,” ujar Fitriningsih.

Dijelaskan Fitriningsih, Banjir tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh menumpuknya volume sampah masyarakat yang berada di aliran Darinase atau selokan yang ada di pinggir jalan. “Kebiasaan warga, jika hujan datang, warga malah membuang sampah ke dalam aliran drainase, dengan harapan sampah itu hanyut. tetapi ternyata hal itu membuat sampah tersebut menjadi menumpuk dan menyumbat aliran air di dalam selokan sehingga saat hujan deras datang, drainase dan selokan tidak dapat lagi menampung air dan akhirnya air meluap masuk ke jalan dan rumah warga,” ujar Fitriningsih.

Selain itu, lanjut Fitri, banjir juga dapat di sebabkan oleh padatnya pemukiman penduduk di wilayah tersebut. Sehingga kemampuan serapan tanah terhadap air hujan menjadi berkurang secara drastis. “Biasanya sebagian besar air hujan yang turun akan di serap oleh lapisan tanah. tetapi karena di wilayah itu sudah banyak permukiman membuat tanah yang seharusnya menyerap air malah tertutup oleh bangunan rumah warga,” ujar Fitriningsih.

Kendati tahun 2012 ini pihaknya tidak dapat melakukan upaya apapun, namun, lanjut Fitriningsih, tahun mendatang pihaknya akan mencoba untuk mengusulkan dana pemeliharaan dan perawatan terhadap Drainase dan selokan yang nantinya akan digunakan untuk melakukan upaya pencegahan banjir, seperti pengerukan darianase atau selokan, pengerukan serta pembersihan sungai-sungai yang berada di wilayah kota atau bahkan melakukan kegiatan pelebaran drainase serta pembersihan drainase itu sendiri.
“Mudah-mudahan tahun depan kita mendapatkan dana perawatan dan pemeliharaan tersebut, sehingga dapat melakukan upaya pencegahan serta penanggulangan terhadap banjir dadakan ini,” cetus Fitriningsih.

Sementara itu, Jumat (23/11), hujan deras terus mengguyur wilayah Kabupaten Rejang Lebong, sejak pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB.  Akibatnya, kedua kelurahan langganan banjir dadakan tahunan tersebut kembali tergenang air setinggi 60 CM. Curah hujan yang tinggi tersebut juga kembali mengakibatkan air meluap dari drainase serta selokan di pinggir Jalan Iskandar Ong Kelurahan Timbul Rejo Kecamatan Curup dan Jalan Ahmad Marzuki serta Jalan Mira di Kelurahan Talang Rimbo Baru hingga menutupi badan jalan. Bahkan, debit air yang semakin tinggi membuat air luapan juga masuk ke rumah–rumah warga di kedua kelurahan tersebut. (999)