Banjir, Listrik Mati, Warga Pilih Mengungsi

banjir_jktJAKARTA–Hujan lebat berjam-jam yang melanda Jakarta, Sabtu (22/12), menjadi mimpi buruk bagi warga tepian aliran sungai. Debit air hasil banjir kiriman membuat sungai meluap. Membawa sampah dan air memenuhi perumahan.

Seperti yang dirasakan warga Kemandoran, Jakarta Barat. Akibat banjir, aliran listrik ke rumah mereka diputus sementara oleh PLN sejak sore hari. Hingga pukul 21.00 WIB, warga yang masih sibuk membersihkan rumah mereka dari luapan air banjir, harus rela bergelap-gelap ria. Suasana perumahan yang padat penduduk, mendadak gelap karena aliran listrik mati total.

“Rasanya ini yang terparah sejak 4 tahun terakhir. Dulu paling tinggi air cuma selutut, sekarang sampai sedada. Listrik paling mati cuma 1 sampai 2 jam, sekarang sudah mati hampir 4 jam dari sore tadi,” ujar Sutini (37), seorang warga, Kemandoran kepada JPNN.

Akibat putusnya aliran listrik, sebagian warga mencari penerangan alternatif seperti lilin dan lampu minyak. Namun ada juga yang sementara memilih mengungsi ke rumah saudara atau kenalan mereka yang tidak terkena dampak banjir.

“Sementara mengungsi dulu. Airnya memang mulai surut, tapi khawatir kalau nanti malam hujan lagi dan air naik lagi. Ditambah listrik mati begini malah repot,” ujar Roni (45) warga kemanyoran lainnya.

Apalagi kata Roni, warga sekitar tepian sungai masih trauma. Karena beberapa minggu sebelumnya, ada kejadian anak tetangga mereka yang baru berusia 4 tahun, tewas terseret aliran sungai yang meluap karena banjir.

“Banjir hari ini parah sekali. Jalan yang terendam membuat kita tidak bisa lihat mana jalan dan mana batas sungai. Lebih baik cari selamat aja buat anak-anak,” kata ayah tiga anak ini.(afz/jpnn)