Banjir Landa Air Besi, 20 Rumah dan SD Terendam 1,5 meter

AIR BESI, BE – Sebanyak 20 unit rumah yang dihuni sekitar 60 jiwa di Desa Tanjung Genting 
Kecamatan Air Besi terendam banjir akibat curah hujan yang tinggi sejak Minggu malam Senin
(4/11) kemarin pukul 20.00 WIB. Selain puluhan rumah warga, beberapa fasilitas pendidikan
berupa PAUD Marisah dan SD 05 Air Besi serta puskemas pembantu (Pustu) di desa setempat
juga terendam banjir dengan ketinggian 0,5 – 1,5 meter, hingga seluruh pelajar SD dan PAUD
terpaksa diliburkan, mirisnya, akses jalan lintas desa juga sempat terisolir lantaran genangan air
yang tak bisa dilalui kendaraan.
Salah seorang warga setempat, Nakir (40),mengatakan air mulai meluap sekitar pukul 20.00 WIB, 
dimana curah hujan yang tak kunjung henti malam hingga membuat pekarangan rumah warga
tergenang air, air Sungai Balam yang berada di sepanjang desa tersebut turut meluap. Tidak hanya
itu banjir juga merendam puluhan rumah di Desa Tanjung Genting, beberapa desa yang dialiri
Sungai Balam yaitu Desa Sungai Pura, Desa Talang Renah dan Desa Talang Lembak pun
mengalami hal serupa. Namun lokasi terparah di Desa Tanjung Genting.
“Malam tadi banjir cukup parah, karena air di desa ini sudah tak bisa mengalir kemana-mana lagi, 
akibat sungai di belakang desa ini meluap,” terang Nakir.
Luapan air sungai yang menggenangi desa, namun yang paling parah berada di depan PAUD 
Marisah. Dimana ketinggian air pada malam hari lebih dari 1 meter, bahkan PAUD Marisah itu pun
nyaris terbenam, salah seorang tenaga pendidik PAUD tersebut, Fitri, akibat banjir itu PAUD
mengalami kerugian karena seluruh mainan hancur akibat terendam air, namun ia sempat
menyelamatkan buku-buku PAUD itu ke rumahnya yang persis berada di sebelah PAUD.
“Saya tidak tahu berapa kerugiannya, karena diketahui banjir malam harinya. Untung sore itu aku 
cepat selamatkan buku-buku dan dokumen PAUD,” ungkap Fitri.
Sarmidi, salah seorang guru SDN 05 Air Besi, yang bermukim didaerah itu juga mengungkapkan, 
banjir juga menggenangi seluruh ruang kelas, hingga sekolahnya terpaksa diliburkan sementara
waktu, hingga ia berharap air akan segera surut dan kembali malkaukan aktivitas sebagaimana
biasanya.
“Tahun ini lah banjir terparah dari sebelumnya, padahal hujan deras itu mulai pukul 13.00 – 21.00 
WIB, Minggu (4/11) kemarin, namun dalam waktu setengah hari sudah banjir,” terangnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD BU, Drs Rachmat Riyanto MM ketika 
dikonformasi mengaku belum mengetahui adanya banjir di desa tersebut. “Terus terang, kami
belum menerima laporan dari warga atau perangkat desa setempat, begitu juga dari camatnya,
kami belum terima laporan, tapi kami akan segera survey kelokasi,” pungkasnya. (117)