Banjir dan Adipura, Tugas Tambahan Caretaker Walikota

BENGKULU, BE – Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Drs Sumardi MM resmi dilantik menjadi Caretaker Walikota Bengkulu oleh Plt Gubernur H Junaidi Hamsyah SAg MPd di Gedung Daerah, kemarin (17/11). Acara pelantikan ini diawali dengan pembacaan surat pemberhentian dengan hormat jabatan Walikota Bengkulu, H Ahmad Kanedi  SH MH tertuang dalam Keputusan  Mendagri Nomor 131.17-795 Tahun 2012 dan pemberhentian Wakil Walikota Bengkulu, H Edison Simbolon MSi  dengan SK  Nomor 132.17-796. Mengingat masa jabatan Walikota dan Wakil Walikota tersebut berakhir 17 November 2012.

Plt Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah menekankan Caretaker Walikota Drs Sumardi MM tidak hanya menjalankan 3 tugas pokok yang dibebankan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), seperti melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan daerah di Kota Bengkulu, membantu kelancaran pelaksanaan Pilwakot dan  merumuskan langkah-langkah dalam penyiapan APBD tahun 2013. Akan tetapi, Sumardi juga diberi tugas tambahan, yakni menata Kota Bengkulu dan merebutkan kembali piala Adipura pada akhir 2012 ini.

“Sekarang cuaca lagi ekstrem. Saya tidak mau melihat beberapa daerah terendam banjir dan sampah berserakan di median jalan seperti yang terjadi di Jalan Hibrida. Siagakan semua Camat dan Lurah setempat. Ganti Lurah dan Camatnya kalau mereka tidak mampu mengatasi persoalan tersebut,” tegas Junaidi.

Persoalan lampu jalan yang padam diingatkan Plt gubernur untuk dicarikan solusinya.”Saya yakin dan percaya pilihan saya mengangkat Asisten I Setda Provinsi menjadi Penjabat Walikota adalah orang yang tepat. Saya yakin beliau mampu menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Kalau anggarannya kurang silahkan minta ke Pemda Provinsi,”  ungkapnya.

Terkhusus penyelenggaraan Pilwakot, Junaidi meminta kepada Caretaker Walikota agar dapat menyelenggarakan Pilwakot yang jujur, adil dan tanpa kecurangan. Siapapun yang terpilih itulah pilihan rakyat Kota Bengkulu yang harus dihargai oleh semua kalangan.
“Penjabat Walikota memiliki peran besar dalam mensukseskan pesta demokrasi ini,” sampainya.

Di bagian lainn, Caretaker Walikota Sumardi mengatakan ia siap menjalankan tugas yang telah diamanahkan kepada dirinya. “Saya ini hanya bersifat penugasan. Dan semua pekerjaan yang dibebankan Plt Gubernur saya siap  melaksanakannya. Apa yang diperintah maka akan saya laksankan sekuat tenaga,” sampainya.

Berbagi Waktu
Disinggung soal statusnya yang juga menjabat sebagai Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Sumardi menegaskan ia akan membagi waktu. Caranya pagi hingga siang ia akan bertugas Pemkot, kemudian siang hingga sore di Pemprov.
“Kemungkinan saya akan menggunakan rumah dinas walikota. Karena saya ingin serius menjalankan tugas sebagai penjabat walikota. Di samping itu, saya juga akan menerima masyarakat kota sekaligus memudahkan koordinasi dengan kepala dinas dan pejabat Pemkot,” jelasnya.

Cek Ruang Kerja
Usai pelantikan kemarin, Penjabat Walikota Sumardi didampingi mantan Walikota H Ahmad Kanedi, beserta pejabat pemkot langsung mendatangi kantor Walikota Bengkulu. Sumardi diajak melihat ruang kerja walikota. Dari Gedung Daerah menuju Kantor Walikota, Sumardi telah menggunakan Mobnas Toyota Land Cruiser BD 1 A yang biasa dipakai Ahmad Kanedi pada saat menjabat sebagai walikota.

“Ini saya lakukan agar tidak tersesat saat masuk kerja hari Senin besok,” kata Sumardi disela-sela melihat ruangan tersebut.
Sesaat sebelum pulang, mantan Walikota H Ahmad Kanedi juga memperkenalkan pejabat Pemkot, seperti Sekda, Asisten I,II dan III, serta pejabat lainnya yang hadir dalam kesempatan tersebut, dan sempat berpose bersama di depan kantor Walikota tersebut.

Pisah Sambut
Mantan Walikota Bengkulu, H Ahmad Kanedi SH MH memperlihat rasa sedihnya saat acara pisah sambut di Balaikota Bengkulu, tadi malam.
Kanedi menyampaikan permohonan maafnya kepada pejabat dan para PNS di lingkungan Pemerintah Kota dan seluruh masyarakat Kota Bengkulu atas dukungan dan kebersamaan selama ini.

“Saya sudah 10 tahun ini berada di tengah-tengah para pejabat dan PNS di pemda kota. Saya sebagai manusia biasa tentu memiliki kekurangan dan keterbatasan, untuk itu pada malam ini saya haturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” sampainya.
Sementara itu, mantan Wakil Walikota Edison Simbolon mengatakan ia menyadari betul bahwa jabatan bukanlah hal yang abadi, sehingga bila terjadi pergantian menurutnya merupakan hal yang biasa.

“Hidup ini memang selalu berubah-ubah, kadang-kadang jabatan meninggalkan kita, dan kadang-kadang juga kita yang meninggalkan jabatan, untuk itu perlu disikapi dengan bijaksana dan diterima dengan hati yang lapang,” ungkapnya.(400)