Banjir Akibat Perambahan Hutan

sawah terancam gagal panenMERIGI KELINDANG, BE – Ternyata penyebab terjadinya musibah kebanjiran yang melanda sekitar 10 rumah dan 4 hektar areal persawahan di Desa Kelindang Kecamatan Merigi Kelindang  Benteng itu disebabkan perambahan hutan. Kawasan hutan yang terdapat disekitar kawasan Sngai Air Bengkulu kini sudah gundul, sehingga menimbulkan erosi pada tanah disepanjang sungai. Akibatnya secara otomatis berdampak kepada bencana alam kebanjiran tersebut.

Demikian disampaikan oleh Camat Merigi Kelindang, Hamzah, S.Pd, kemarin.  Dikatakan Hamzah, untuk mengantispasi kejadian serupa agar tidak terus melanda, ia telah menyurati BPBD Kabupaten Benteng guna meninjau ke TKP. JUga meminya pemasangan bronjong atau pelapis tebing, khususnya disekitar rumah warga tersebut. Karena, jika hal itu tidak dilakukan, maka setiap ada hujan turun cukup deras ,otomatis rumah warga dan sawah pun kebanjiran.

Selain itu, camat juga telah menyurati dinas Kehutanan, Pertanian dan Perkebunan Benteng untuk melakukan kegiatan reboisasi atau penghijauan disekitar sungai tersebut.  “Langkah yang tepat, dengan memasang bronjong atau pelapis tebing dan melakukan penghijauan disepanjang sungai. Namun, saya minta warga juga tidak melakukan pembalakan liar lagi. Karena itu membuat warga sendiri yang sengsara, seperti musibah banjir, tanah longsor dan lainnya,” terang Hamzah.

Saat ini, sambung Hamzah, saat ini air yang mengenangi rumah – rumah warga itu berangsur – angsur sudah mulai surut. Selain itu, warga sudah mulai kembali ke rumahnya masing – masing untuk melakukan pembersihan. Dampak lain dari musibah banjir itu, sebanyak sekitar 4 hektar lahan persawahan milik warga yang terendam banjir, terancam  gagal panen. Karena, padi yang mulai berbuah di sawah itu habis terbawah arus air pada saat banjir itu melanda.

Sang camat pun meminta seluruh warga untuk selalu waspada terhadap musibah banjir tersebut. Soalnya,  saat ini curah hujan di kabupaten  bungsu pemekaran ini cukup tinggi, sehingga potensi banjir sangat tinggi.  ” Laporan dari warga, sekitar 4 hektar sawah mereka mengalami gagal panen. Oleh sebab itu, kita mengharapkan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya.(111)