Bangun Sains Park di Benteng

BENGKULU, BE – Pemerintah Provinsi Bengkulu merancang pembangunan Taman Ilmu Pengetahuan (Sains Park). Pembangunan Sains Park tersebut merupakan tindak lanjut dari program Presiden RI Joko Widodo untuk mengembangan techno park (teknologi dan inovasi) yang akan direalisasikan tahun 2015 ini. Demikian disampaikan Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah saat membuka seminar nasional Sinergisitas Pembangunan dan Pendidikan dan Kesehatan dalam rangka meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Hotel Raffles City, kemarin.
Menurut gubernur, pembangunan itu untuk akademisi, bisnis dan govermance, yakni memberikan pelatihan dan pendidikan kepada warga usia produktif.
Pembangunan sains park juga di didukung dengan pembangunan 100 techno park yang akan mendukung kegiatan kawasan industri yang sudah ada. Selain itu pemerintah berencana membangun 13 kawasan industri baru di luar Pulau Jawa yang akan dimulai pada 2015 ini, termasuk Provinsi Bengkulu.
Pembangunan Sains Park tersebut akan dilakukan di atas lahan seluas 65 hektar, di Desa Talang Aling Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), dan pembangunannya akan dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu.
“Selama ini, tidak saja pemerintah daerah ataupun masyarakat, selalu menjual bahan mentah. Tetapi ke depan sudah dirancang menjadi barang setengah jadi atau jadi. Misalnya menanam pisang, tidak lagi dijual bentuk pisang tapi bagaimana membuat ice cream dari tepung pisang,” ujarnya mencontohkan.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman SAg, saat dikonfirmasi mengatakan, pembangunan fisik Sains Park akan dilakukan pada tahun 2016 nanti. Tahun ini baru sebatas perencanaan, seraya menunggu kepastian pemerintah pusat yang akan membangun Techno Park.
“Perencanaannya Sains Park, sudah digarap, tapi kita masih menunggu konfirmasi dari pusat terkait dengan program Techno Park yang juga akan dibangun seluruh Indonesia,” katanya.
Dibeberkan mantan Ketua KPU Benteng itu, perencanaan pembuatan Sains Park diakomodir dalam APBD senilai Rp 2 miliar. Rinciannya Rp 1,2 miliar untuk Detail Engineering Design (DED), Rp 600 juta biaya perencanaan, Rp 600 juta untuk penggusuran dan Rp 250 juta untuk Fesiability studi (FS). ”Pun begitu, jika Bengkulu mendapatkan alokasi dana untuk pembangunan Techno Park dari APBN, maka dana APBD bisa dialihkan,” tandasnya. (247)