Bangun Pusat Kajian Bunga Rafflesia

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Benteng, Edy Hermansyah MSi MSc PhD
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Benteng, Edy Hermansyah MSi MSc PhD

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Menjaga kelestarian habitan puspa langka Bunga Raflesia Arnoldi, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) berencana membentuk pusat kajian dan informasi tentang Bunga Rafflesia.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Benteng, Edy Hermansyah MSi MSc PhD mengungkapkan, sentra pusat kajian dan informasi Bunga Rafflesia akan ditempatkan di kawasan pegugungan (liku sembilan), tepatnya di Desa Tanjung Heran, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Benteng.

“Paling tidak kita akan menyiapkan lahan sekitar 1 hektare (Ha) untuk dijadikan tempat pusat kajian dan informasi Bunga Rafflesia tersebut,” ungkap Edi.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bapeda) Kabupaten Benteng ini menuturkan, rencana ini dianggap perlu dilakukan sebagai upaya untuk mempromosikan Bunga Rafflesia yang merupakan ikon Provinsi Bengkulu.

“Salah satu desa di Kabupaten Benteng merupakan habitat Bunga Rafflesia. Ini merupakan salah satu potensi wisata di Kabupaten Benteng,” paparnya.

Lebih lanjut Edi menyampaikan, Pemda Benteng akan bekerjasama dengan Universitas Bengkulu (Unib) untuk membentuk pusat kajian bunga Rafflesia tersebut.

“Selama ini kita memang sudah memiliki MoU dengan Unib. Sebab itu, teknis pembangunan pusat kajian bunga Rafflesia akan dimasukan kedalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Benteng 5 (lima) tahun ke depan,” beber Edy.

Menurut Edy, pusat kajian ini diharapkan bisa memiliki banyak manfaat bagi semua pihak. Dimulai untuk melakukan riset, penelitian hingga kunjungan pelajar.

“Pada pusat kajian bunga Rafflesia nantinya diharapkan semua informasi tentang bunga Rafflesia bisa diakses dengan mudah. Selain itu, masyarakat ataupun pengunjung bisa melihat langsung pertumbuhan bunga Rafflesia (dari bonggol hingga mekar). Selain itu, kita juga akan menyediakan bungga Rafflesia yang sudah diawetkan sebagai pengganti jika bungga rafflesia belum ada yang mekar,” pungkas Edy.(135)