Bangun Perpustakaan Digital

Foto : IST

PEMERINTAH Kabupaten Rejang Lebong saat ini tengah melakukan proses pembangunan perpustakaan digital. Dimana perpustakaan digital tersebut ditargetkan akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2019 ini. “Untuk perpustakaan digital kita targetkan akhir tahun 2019 ini sudah mulai beroperasi,” sampai Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Rahmandani, SSos.

Dimana menurut Rahmandani, saat ini pihaknya masih melakukan sejumlah persiapan baik sarana dan prasaranan maupun SDM yang akan menangani perpustakaan digital milik Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong tersebut. Ia berharap proses persiapan tersebut tidak ada kendala sehingga akhir tahun 2019 ini perpustakaan digital benar-benar hadir di Kabupaten Rejang Lebong.

“Untuk tahap pertama Perpustakaan digital akan kita lakukan di perpustakaan daerah terlebih dahulu,” tambah Rahmandani.

Namun Rahmandani berharap, pembangunan perpustakaan digital di perpustakaan daerah tersebut bisa diikuti oleh perpustakaan lain yang ada di Kabupaten Rejang Lebong khususnya perpustakaan milik SMA, SMK dan MA yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, karena menurut Rahmandani pespustakaan milik SMA sederajat yang ada di Kabupaten Rejang Lebong tersebut sudah mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu.

“Kami berharap nantinya pembangunan pespustakaan digital ini bisa diikuti oleh perpustakaan lain khususnya perpustakaan SMA, SMK dan MA yang telah mendapat bantuan dari perpustakaan Provinsi Bengkulu,” harap Rahmandani.

Disisi lain, dengan dibangunnya perpustakaan digital ini nanti, Rahmandani berharap bisa memberikan kemudahan khususnya masyarakat Rejang Lebong dalam mengakses perpustakaan daerah, salah satunya memberikan kemudahan mereka dalam mencari buku. Karena saat sudah digital nanti, untuk meminjam buku mereka cukup mencari buku melalui aplikasi yang akan mereka siapkan sehingga mereka akan lebih mudah untuk mendapat buku.
“Pembangunan perpustakaan digital ini merupakan bagian dari peningkatan pelayanan yang kami lakukan,” demikian Rahmandani.(251)