Bangun Dermaga Linau, Sedot APBN Rp 250 Miliar

BINTUHAN, BE– Pembuatan Detail Engineering Design (DED) pembangunan pelabuhan Linau sudah selesai. Pembangunan akan dilaksanakan 2014  dengan nilai anggaran Rp 250 Miliar bersumber APBN. Luas Dermaga Linau tersebut 17,5 hektar terletak di Desa Linau, Tran Muara Jaya dan Wayhawang Kecamatan Maje. “Dana pembangunan  sudah disepakati oleh pusat,” kata Kadis Perhubungan  Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) Kaur Dihan Bastari MPd, kemarin.

Dikatakannya, lahan seluas 17,5 hektar tersebut milik Pemerintah Kabupaten Kaur. Dermaga akan menjorok ke laut, didesain dapat menampung beberapa buah tempat sandaran kapal. Selain itu, anggaran sebesar itu juga akan dibuat  dermaga baru yang akan dibangun tidak akan merusak kondisi dermaga yang ada sekarang.  “Karena dengan perencanaan matang maka pelaksanaan tahun depan bisa dilakukan. Mengingat pembangunan ditengah laut merupakan pekerjaan rumit,” jelasnya.

Untuk saat ini, kata Dihan, pihaknya juga masih menunggu kesepakatan dengan Pelindo II yang menjadi pemilik dermaga yang ada saat ini. Karena Dermaga ini nanti akan menjadi sandaran bagi kapal berukuran besar. Berbeda dengan dermaga yang ada di Pulau Baai, kedalaman laut tidak harus dilakukan pengerukan berulang-ulang. Karena memang kondisi sudah bagus secara alami.

Tinggal dilakukan pembangunan bagi kapal bersandar. “Makanya kita masih menunggu kesepakatan bersama dengan Pelindo, namun hingga sekarang pihaknya belum mengetahui soal kesepakatan dengan pelindo. Kabupaten hanya menunggu informasi dari Bengkulu,” jelasnya.

Disisi lain, jika nantinya terbangun maka perhitungan kebutuhan dana untuk pembangunan dermaga hingga tahun 2015, diketahuinya anggaran yang akan diplotkan sebesar Rp 500 miliar. Sebelumnya pernah dihitung  pada tahun 2008 sebesar Rp 248 miliar, dalam 5 tahun terakhir sudah beberapa kali naik harga. Sehingga diperkirakan dananya sebesar Rp 0,5 triliun.

Tetapi dengan selesai DED, tahun 2014 akan dimulai pelaksanaanya, justru berkurang.Namun untuk tahun 2014 memang sudah dianggarkan Rp  250 miliar untuk pembangunanya. “Kita tinggal menunggu saja, karena proyek besar ini nantinya akan  menjadi pelabuhan nasional. Sehingga membuat masyarakat akan semakin  makmur,” jelasnya.(823)