Bangun Budaya Siaga Bencana

Assilawati MSi

KOTA MANNA, bengkuluekspress.com – Mengingat selama ini sering terjadi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Selatan (BS) terus mengharapkan kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan. Diharapkan selalu siaga baik sebelum, saat dan sesudah terjadi bencana. Sehingga memahami bagaimana cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana alam, bencana non alam dan bencana sosial.

“Kepada masyarakat BS kami selalu harapkan membudayakan siaga bencana,” kata kepala BPBD BS, Yarusdi Yunir SSos melalui sekretarisnya, Assilawati MSi.

Dikatakan Assilawati, bencana alam merupakan bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam di antaranya gempa bumi, tsunami, banjir, kekeringan tanah longsor,”ucapnya. Sedangkan bencana non alam merupakan bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa non alam diantaranya gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi dan wabah penyakit. Sedangkan bencana sosial merupakan serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antara kelompok, antar komunitas masyarakat dan teror.

“Dengan membudayakan siaga bencana, dapat mencegah kita dari korban bencana itu sendiri,” ujarnya.

Dijelaskan Assilawati, di BS beberapa titik rawan terjadi bencana seperti sepanjang jalan Ulu Manna rawan longsor, daerah Cinto Mandi dan Telaga Dalam Kecamatan Pino Raya juga Ketaping Kecamatan Manna rawan korban banjir, juga daerah daerah lainnya. Sehingga ke depan, ketika terjadi bencana dapat meminimalisir korban bencana. Sebab warga setiap saat selalu siaga.

“Setiap waktu kita harus selalu siaga, jangan lengah,” imbau Assilawati. (369)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*